Beritahati.com, Jakarta - Hari pertama pengaturan/kebijakaan nomor akhir ganjil genap yang boleh melintasi tol dari pintu Bekasi Barat dan Timur diklaim pihak pengelola jalan tol berhasil menurunkan volume kendaraan dari arah Bekasi menuju Jakarta menjadi sekitar 35 persen dibanding sebelum penerapan kebijakan ini.


"Ini berdampak pada lancarnya jalan tol Jakarta-Cikampek, di daerah Bekasi hingga Jakarta, lancar pada pukul 06.00 hingga pukul 09.00," papar Raddy R. Lukman, General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek, kepada media di Jakarta, Senin (12/3) malam.


Evaluasi perilaku berkendaraan akibat kebijakan ganjil genap di tol Cikampek adalah sebagai berikut:
1. Terjadi penurunan signifikan jumlah kendaraan dipengaruhi beberapa faktor yaitu pengguna jalan tol mempunyai tiga opsi yaitu, pengemudi beralih rute ke jalur alternatif,


2. Pengemudi beralih waktu perjalanan


3. Pengemudi beralih moda transportasi


Dan hari pertama pemberlakuan kebijakan ganji genap, mayoritas pengemudi terpantau pengguna jalan tol beralih waktu.


Untuk kebijakan pembatasan kendaraan golongan III-V khususnya di GT Cikarang Utama (Cikarut) arah Cikampek mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, menyebabkan penurunan volume lalin golongan itu mencapai 70 persen dibanding kondisi normal.


Terpantau di GT Bekasi Barat 1 mulai pukul 04.00 hingga 05.00 WIB naik 37 persen dari lalin normal, sedangkan di GT Bekasi Timur perubahan waktu perjalanan mulai dominan terasa dari pukul 05.00 hingga 06.00 WIB senilai 23 persen dibanding hari biasa.


Sedangkan, menurut dia, kendaraan golongan III-V arah Jakarta yang masuk melalui GT Cikarut mengalami penurunan mencapai 64 persen dibanding kondisi normal.


Data yang dirilis PT Jasa Marga terkait jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta adalah sebagai berikut; Kendaraan di Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat 1 pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, tercatat 1.820 kendaraan masuk ke arah Jakarta atau turun 30 persen dari kondisi normal yang mencapai 2.600 kendaraan.


Sedangkan untuk volume kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Bekasi Barat 2 mencapai 1.852 kendaraan atau turun 38,20 persen dari kondisi normal yang mencapai 3.000 kendaraan.


Data berikutnya, dari GT Bekasi Timur 2 jumlah kendaraan yang menuju ke Jakarta saat jam pemberlakuan kebijakan mencapai 1.545 kendaraan atau turun 35,60 persen dibanding kondisi normal yang mencapai 2.400 kendaraan.


Secara keseluruhan, menurut dia, dampak kebijakan penurunan kendaraan rata-rata mencapai 35 persen atau 2.783 kendaraan selama tiga jam pemberlakukan kebijakan.


"Jadi, kebijakan ini dampaknya dapat dilihat dari sisi kelancaran Jalan Tol Jakarta Cikampek di kedua arah, kondisi kelancaran lalin terpantau lancar cukup signifikan," katanya.


Namun, pihaknya tetap mengimbau pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif untuk kelancaran paket kebijakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui Call Centre Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080 atau media sosial Jasa Marga.