Beritahati.com, Jakarta – Aksi komplotan penipu ini terbilang nekat. Tak tanggung-tanggung, nama Kapolri Jendral Tito Karnavian dicatut untuk memperdayai para korbannya.


Untungnya, sepak terjang komplotan penipuan lewat aplikasi pesan Whatsapp ini berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro dan Polda Sulawesi Selatan.


Hasilnya, tiga orang pelaku, yakni Tajudin (24), Asriyadi (30) dan Mabrur (21) ditangkap dan harus mempertanggung jawabkan perbutannya di mata hukum.


Kepala Subdit Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengungkapkan, penangkapan awalnya dilakukan atas tersangka Tajudin di rumahnya, di Desa Lautang, Wajo, Sulawesi Selatan.


“Dalam kontennya, pelaku mencantumkam atau menggunakan nama Pejabat Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk meyakinkan korbannya,” kata AKBP Jerry, Selasa (13/3).


Jerry menyebutkan, Tajudin membuat blog yang berisikan nomor-nomor pemakai aplikasi whatsapp yang akan disasar sebagai calon korban penipuannya.


Dengan memanfaatkan fitur friend search for whatsapp, Tajudin mencari nomor-nomor secara acak.


“Selanjutnya, (pelaku) mengirimkan pesan seolah penerima pesan mendapat hadiah. Tajudin dibantuk Irman yang saat ini masih buron,” jelasnya.


Dari tersangka Tajudin, lantas dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku Asriyadi (30) dan Mabrur (21) di lokasi yang sama yakni di Desa Lautang, Wajo, Sulawesi Selatan.


Asriyadi, sebut Jerry, berperan sebagai pembuat iklan palsu menawarkan barang namun fiktif di wall facebook.


“Kemudian meyakinkan para korban melalui chatting dengan aplikasi WA. (Sedangkan) Mabrur, bertugas mengambil uang di ATM hasil transfer dari para korban yang tertipu,” ungkapnya.


Sampai saat ini, kata Jerry, selain Irman pihaknya masih mencari otak dari jaringan penipuan ini yang bernama Ulla.


Dari tangan tersangka Tajudin polisi mendapatkan barang bukt uang tunai sebesar Rp5 juta, 5 laptop, 8 modem, 31 HP, 10 simcard di luar hp, 4 kartu ATM BRI dan 1 buah dompet.


Sedangkan dari tangan Asriyadi dan Mabrur, polisi mengamankan 3 buah laptop, 3 buah dompet, 4 buku rekening, 9 buah HP, 4 modem, 1 flashdisk dan 1 router Wifi Tplink.