Beritahati.com, Jakarta - Tua-tua keladi makin tua makin jadi, mungkin pribahasa tersebut cocok disematkan kepada puluhan kakek nenek. Bukannya bertobat diusia senja, mereka malah asyik bermain judi koprok.


Akibat ulahnya, mereka ditangkap Subdit Umum Jatanras Dit Reskrimum Poda Metro Jaya di kawasan Jalan Dwi Warna Raya depan RS Husada,Jakarta Pusat, Selasa malam (13/3).


Alhasil, dari 86 orang kakek nenek, 25 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Mereka terpaksa kami giring ke kantor polisi lantaran kerap melakukan judi, dan atas aksinya membuat warga resah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, Rabu (14/3/).


Argo mengatakan, 86 pelaku menyelenggarakan dua jenis perjudian yaitu judi Pai Kyu dan judi Koprok.


Perjudian tersebut, lanjut Argo, dilakukan setiap hari mulai pukul 12.00 WIB sampai 04.00 dini hari WIB dengan pemain dari kalangan terbatas yaitu orang yang dikenal dan dipercayai.


"Para pelaku atau pengelola perjudian menyewa sebuah rumah di lingkungan warga yang sulit dijangkau petugas kepolisian," ujarnya


Argo menambahkan, tidak sembarang orang bisa masuk ke lokasi perjudian tersebut. Karena mereka harus melalui beberapa tahap.


"Selain harus melewati tiga pintu masuk, mereka ditanyakan dari mana dan bawa siapa," ujar Argo.


Dari dua jenis perjudian, para pelaku meraih omset dalam setiap periode penyelenggaraan perjudian berkisar Rp 30 juta.



Dari penangkapan itu, polisi menyita beberapa barang bukti dari perjudian Pai Kyu uang tunai sejumlah Rp 113 juta dan satu buat tatakan meja perjudian. Sedangkan, untuk judi koprok, disita Rp 8,2 juta berikut beberapa alat perjudian.



Para pelaku dijerat Pasal 303 KUHP subsider Pasal 303 bis KUHP dan Pasal 3 jo. Pasal 2 ayat (1)huruf t UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.