Beritahati.com, Jakarta – Kandidat presiden dalam Pilpres 2019 hingga kini masih mengerucut pada dua nama, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.


Di sisi lain, beberapa nama mulai bermunculan mengisi deretan kandidat potensial sebagai calon wakil presiden. Salah satunya adalah Kapolri Jendral Tito Karnavian.


Demikian diungkap Anggota Komisi III asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hasrul Azwar.


Hasrul menyebut Kapolri sebagai sosok yang pas untuk jadi cawapres di tengah rapat dengar pendapat antara Kapolri dengan Komisi III DPR RI, Rabu (14/3).


Politikus partai berlambang Kabah itu menyebut Tito sebagai sosok yang akhir-akhir ini sangat dekat dengan umat Islam.


Bahkan, kehadiran Kapolri dinilai cukup menyejukkan suasana di tengah situasi panas.


Hasrul lantas mencontohkan saat Kapolri mendatangi ceramah Ustadz Abdul Somad di Masjid Az-Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.


Dalam kesempatan itu, Tito mengenakan peci putih dan duduk di sisi Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Arifin Ilham.


“Saat itu, umat Islam sangat teduh. Rasanya Pak Tito sudah cocok menjadi cawapres,” ungkap Hasrul.


Hasrul lalu mengingatkan, menciptakan kedamaian dan ketenangan di tengah umat Islam adalah janji Tito saat ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III.


Menurutnya, upaya menuju ke sana telah ditunjukkan Tito yang belakangan ini lebih sering mendekat ke umat Islam.


Legislator dapil Sumatera Utara ini juga meminta Kapolri tuntas membongkar kasus penyebaran hoax oleh Muslim Cyber Army.


Selain itu, juga berusaha keras menjaga netralitas Polri dalam Pilkada Serentak 2018.


“Saya melihat eskalasi sangat tinggi dari masalah sejarah, suku, latar belakang yang seluruhnya ada di Pilkada,” ungkapnya.


Untuk diketahui, selain Kapolri, sejumlah nama seperti mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, juga disebut-sebut kandidat kuat sebagai cawapres.