Beritahati.com, Jakarta - Pada 8 November 2017, Polri berhasil menggulung jaringan pengedar narkoba di Bekasi, dan menyita 600 ribu butir ekstasi. Lalu berhasil pula disita ganja sebanyak 1,3 ton di Slipi, Jakarta Barat. Kemudian, baru-baru ini, pada 20 Februari 2018, polisi berhasil menangkap kapal pembawa 1,6 ton sabu di perairan Anambas, Riau.


Untuk tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking periode 2014-2018, berhasil diungkap sebanyak 539 kasus dengan 758 tersangka. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberi penekanan terhadap Bareskrim mengenai kasus-kasus perdagangan orang, khususnya untuk jaringan yang melibatkan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Hal ini diungkapkan Kapolri dalam sesi rapat kerja rutin dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).


Untuk kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), pada periode 2015-2018, berhasil diungkap 5.600 kasus dengan 5.761 tersangka. Khusus pada 2017, ada 1.490 kasus Tipikor yang ditangani Polri dan 1.546 tersangka, dengan total kerugian negara sejumlah 2,9 triliun. Dari total kerugian itu, berhasil diselamatkan sebesar 1,8 triliun.


Sedangkan untuk kasus tindak pidana terorisme, sejak Oktober 2017 hingga Oktober 2018, ada beberapa kasus yang menjadi perhatian serius, yakni keributan antara sipir dan narapidana terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pembakaran Mapolres Dharmasraya Polda Sumatera Barat, serta tragedi berdarah Gereja St Lidwina di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


"Saya kira itu beberapa pengungkapan besar Polri selama ini, serta kasus-kasus yang cukup menonjol dalam periode penegakan hukum tertentu oleh kepolisian," tandas Kapolri.