Beritahati.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri periode 2017-2018. Hal ini disampaikannya berdasarkan pertimbangan rasional dari seluruh pencapaian Polri selama ini, ditambah rilis resmi beberapa lembaga survei di Indonesia.

Politisi Partai Demokrat tersebut mencatat, kepercayaan publik terhadap Polri selama 2017 meningkat signifikan dengan kinerjanya. Populi Center menyampaikan, kepercayaan publik terhadap Polri masuk peringkat 3 (tiga) nasional. 

"Walau hanya menduduki peringkat ketiga, ini sudah merupakan kepercayaan publik yang cukup tinggi kepada kepolisian," ujar Didik dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Bahkan lembaga survei Poltracking juga sudah menempatkan Polri di peringkat 5 (lima) kepercayaan publik, di bawah Presiden, PMI, KPK dan KPU. Termasuk Litbang Kompas menempatkan kepercayaan publik terhadap Polri di peringkat tiga nasional.

"Inilah maksudnya, bahwa Polri harus terus meningkatkan kinerja dan layanannya agar terus mendapatkan apresiasi nyata dari masyarakat," kata Didik.

Namun begitu, disamping semua pencapaian terukur dan cukup luar biasa tersebut, ada beberapa catatan yang butuh perhatian institusi kepolisian di masa mendatang. Apa itu?

Menurut Didik, Polri harus memperbaiki manajerial secara keseluruhan, karena berdasarkan keterangan Ombudsman, laporan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Polri menempati urutan 2 (dua) nasional, di bawah ketidakpuasan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah (Pemda).

Materi laporan ketidakpuasan masyarakat itu adalah seputar beragam penanganan yang dilakukan jajaran reserse dan polantas (polisi lalu lintas). Tentu ini harus menjadi perhatian bersama, karena reserse dan polantas merupakan ujung tombak pelayanan publik dari kepolisian.

"Pelayanan publik dari reserse dan polantas ini amat didambakan kehadirannya sampai menyentuh masyarakat yang berada pada tingkatan paling bawah," imbuhnya.

Namun begitu, Didik tidak menyangkal bahwa persoalan di tubuh kepolisian selama 2017 menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, ada catatan sebanyak 5.067 pelanggaran disiplin dan 749 pelanggaran kode etik, serta 170 tindak pidana yang dilakukan anggota kepolisian selama 2017. 

"Di sini, menurut kami, kepolisian harus memperbaiki manajerial penanganan perkara khususnya penyidikan, yang meninggalkan kesan publik bahwa polisi melakukan pelanggaran hukum terhadap mereka," tegas Didik.

Oleh karena itu, ia berharap, pencapaian Polri yang luar biasa bisa diikuti dengan perbaikan-perbaikan untuk tataran tertentu di tubuh Polri, agar bisa menambah kepercayaan publik di masa depan.