Beritahati.com, Jakarta - Festival Ogoh-Ogoh untuk pertama kalinya digelar di sepanjang Pantai Lagoon, Ancol, Taman Impian, Jakarta, Minggu (18/3/2018) sejak pukul 14.00 WIB sampai selesai.


Pawai dan Festival menghadirkan 6 (enam) Ogoh-Ogoh dengan fragmen/cerita berbeda. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, khususnya kebudayaan masyarakat Hindu Darma-Bali, dalam perayaan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka.


Nama Ogoh-Ogoh berasal dari bahasa Bali, Ogah-Ogah, yang berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan. Ogoh-Ogoh ini merupakan karya seni dan kreatifitas patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala, digambarkan sebagai sosok besar dan menakutkan yang biasanya berwujud raksasa.


Awal mula Pawai Ggoh-Ogoh adalah sebagai ungkapan angayubagya (rasa syukur) umat Hindu Bali, atas ditetapkannya Hari Nyepi sebagai Libur Nasional, pada 1983. Tradisi mengarak Ogoh-Ogoh di Bali berlangsung pada hari pengerupukan (sehari sebelum Nyepi).


Dalam The 1st Ancol Ogoh-Ogoh Festival kali ini, menampilkan 6 (enam) Ogoh-Ogoh yang mengangkat konsep berbeda, dalam paduan seni musik dan tari. Tiap Ogoh-Ogoh akan diusung oleh puluhan pria yang biasa disebut penegen dan diringi musik gamelan khas Pulau Dewata yakni Bale Ganjur, serta dalam rangkaian koreografi menarik.


Penampilan Ogoh-Ogoh melibatkan puluhan sampai dengan ratusan orang, sehingga dalam acara Festival di Ancol akan tampil kolosal, dengan melibatkan lebih dari 600 orang pendukung acara. Selepas Pawai Ogoh-Ogoh, dilanjutkan Tari Kecak.


Pawai Ogoh-Ogoh Keliling Taman Impian Jaya Ancol



Festival diawali dengan Parade Ogoh-Ogoh sepanjang pantai Ancol Timur, dimulai dari Kuburan Belanda (Ereveld), melintasi jajaran pantai Lagoon menuju pantai Beachpool, dengan jarak kurang lebih 800 meter. Setelah parade, dilanjutkan dengan penampilan masing-masing cerita (fragmen) Ogoh-Ogoh di Pantai Pasir Putih, Lagoon, area depan panggung apung (floating stage).


Festival nantinya ditutup dengan penampilan Tari Kecak. Festival Ogoh-Ogoh terbesar pertama di Jakarta ini didukung puluhan seniman Pasar Seni Ancol yang melakukan kegiatan seni rupa bertemakan keberagaman budaya Indonesia di sepanjang lokasi festival.


Bagi pengunjung yang penasaran ingin mengetahui seperti apa tradisi Ogoh-Ogoh umat Hindu Bali, dapat langsung berkunjung ke Pantai Lagoon tanpa dipungut biaya alias gratis.


"Festival ini terselenggara berkat kerjasama antara Pengelola Taman Impian Jaya Ancol dengan PHDI (Parisada Hindu Darma Indonesia) serta didukung IPHD (Ikatan Pemuda Hindu Darma) wilayah Banten. Karena ini merupakan festival pertama dan terbesar di Jakarta, semoga dapat menambah pengetahuan dan kecintaan kita akan keragaman budaya Indonesia," ujar Direktur Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali, melalui rilis resminya, Minggu (18/3/2018).


Selain kerjasama dengan PHDI dan IPHD, acara ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebagai tempat wisata yang sarat dengan sarana hiburan, Ancol juga selalu ingin menghadirkan nilai-nilai edukasi dan menumbuhkan persatuan dalam keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sehingga acara yang disajikan kepada pengunjung dapat bermakna dan memiliki manfaat.