Beritahati.com, Jakarta - Pawai Ogoh-Ogoh pertama dan terbesar Jakarta yang terpusat di Pantai Pasir Putih, Taman Impian Jaya Ancol Ancol, bertujuan untuk menyukseskan Parade Budaya Umat Hindu Darma-Bali, Minggu (18/3/2018).


Sebanyak 6 (enam) Banjar atau Pusat Warga Hindu Darma-Bali di Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, diundang sebagai pendukung utama Festival, setelah upacara adat Tawur Agung Kesanga (Mecaru).


"Hari ini juga bertepatan umat Hindu menjalankan Ngembak Geni, yakni upacara keagamaan Hindu setelah Nyepi atau sama dengan sebutan Halal Bihalal," tutur Ketua Banjar Merta Sari, Rempoa, Tangsel, Banten, Gede Sidartha, di Pantai Lagoon Ancol, Minggu (18/3/2018).


Untuk Pawai Ogoh-Ogoh pertama di Jakarta, Banjar Merta Sari mengambil tema Sapuh Leger, yakni kisah Batara Siwa, dalam manifestasi sebagai pelebur dosa, diceritakan sebagai Rare Kumara, yakni keturunan atau manifestasi Siwa yang akan dibunuh oleh seorang raksasa.


Rare Kumara dikejar kemanapun, dan melihat itu, Siwa mengutus Kumara ke dunia, agar meminta perlindungan kepada seorang Raja. Namun hingga Rare Kumara sampai ke dunia, raksasa tersebut tetap memburunya.


Untuk satu buah Ogoh-Ogoh dipikul oleh 30 orang pemuda, diiringi 15 orang Fragmen Tari, ditambah 25 orang Ble Ganjur.


"Total pendukung untuk satu Ogoh-Ogoh mencapai 70 orang," imbuhnya.


Sebelumnya, Gede juga menuturkan, untuk pembuatan enam Ogoh Ogoh, menghabiskan waktu selama 2 (dua) bulan.

"Itu kami kerjakan setiap sabtu dan minggu saja, karena kesibukan pekerjaan semua anggota sehari-hari," kata Gede.

Banjar Merta Sari adalah kumpulan atau paguyuban warga Bali yang tinggal dan bekerja di Tangerang Selatan dari lintas profesi, baik sebagai PNS, wiraswasta, pegawai swasta, TNI,Polri, sampai pelajar dan mahasiswa.