Beritahati.com, Jakarta - Batu akik darah, atau camelian chalcedony, menurut para ahli, adalah batu yang terbentuk dari tetesan darah yang mengeras dan menjadi fosil. Konon batu ini memiliki kemampuan menyerap darah atau menghentikan aliran darah. Dan bila batu akik ini terkena air atau dijatuhkan ke dalam air, akan mengubah warna air menjadi merah seperti darah.


Batu akik cocok untuk mereka yang berkecimpung di dunia praktisi penyembuhan, tentunya selain medis. Batuakik merah atau batu merah darah dapat merangsang energi kundalini (dalam yoga) dan dapat membantu membuka jantung dan chakra dasar.


Batu merah juga diyakini oleh beberapa penggemar akik untuk menolak kecelakaan dan meningkatkan otoritas serta menghidupkan kembali semangat juang (cocok untuk pekerja berat), juga memperkuat daya tarik asmara.


Agate merah darah memiliki tingkat kekerasan hingga 6 mohs, warna titik merah darah ini berwarna kehitaman dan mengandung unsur logam besi, sehingga jenis batu akik ini umumnya memiliki tingkat yang berbeda dengan batu akik biasa.


Karena bentuk dan tentunya harga yang khas, jika seseorang tidak hati-hati, dia bisa tertipu oleh penjual batu darah palsu yang banyak beredar di pasaran, dan biasanya terbuat dari kaca atau bahan sejenis lainnya.


Jika ingin tahu apakah batu akik itu asli atau palsu, bisa melakukan tes dengan menggosok batu pada porselen. Ambil piring porselen, gosokkan batu tersebut di bagian bawah piring. Jika muncul strip merah di bagian porselen, berarti batu akik tersebut asli. Jika tidak, itu palsu.