Beritahati.com, Jakarta - Pada jaman penjajahan kolonial Belanda di Batavia (sekarang dikenal sebagai Jakarta), ada satu komoditi yang dikembangkan Belanda kala itu, yakni Kopi. Penanaman biji kopi pertama dilakukan di Batavia, dan sekarang daerah tersebut dikenal luas sebagai Kelurahan Pondok Kopi, di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.


Atas dasar inilah OPCO Indonesia merintis sebuah tempat nongkrong nyaman dan eksklusif bernama Warung Koffie Batavia, yang hingga saat ini sudah ada di Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Bali, Makassar, serta Pekanbaru.


Sekarang Warung Koffie Batavia hadir di Tijili Square Kota Medan Sumatera Utara, yang menyajikan semua racikan kopi khas nusantara.


"Kami sudah ada sejak 2013, dan tepat di tahun kelima kehadiran kami di Indonesia, Warung Koffie Batavia Tijili Square Medan siap melayani masyarakat penggila kopi Kota Medan mulai hari ini," ucap Marketing Manajer Warung Koffie Batavia Shara Moza saat ditemui Beritahati, Senin (9/4/2018).


Konsep Warung Koffie Batavia di setiap cabang adalah sama, yakni Indonesia-Belanda, demi mempertahankan ciri khas suasana tempo dulu yang memang menjadi daya pikat tersendiri yang sangat khas. Bahkan untuk penyebutan kata kopi sebagai nama tempat maupun seluruh produk kopi mereka, digunakan spelling dutch, koffie, dimana semua nama sudah didaftarkan dan menjadi hak paten.



"Kami memang memiliki daya pikat tersendiri. Oleh karena itu, kami juga sejak awal menggunakan kata Warung, karena memang sangat tradisional dan menjadi trademark masyarakat jika mau minum kopi ya ke warung aja...akhirnya, jadilah Warung Koffie Batavia," tutur Shara melanjutkan.


(BACA JUGA) Kue cubit dan kopi peranakan, Sensasi tradisional Warung Koffie Batavia


Signature kopi tubruk khas Warung Koffie Batavia sudah sangat terkenal. Dan cara pembuatannya juga masih tradisional, yaitu secara manual, hingga masih terlihat ampas kopi yang mengendap di dasar gelas.


Kemudian ada lagi satu produk kopi yang sangat khas dan begitu tradisional, yakni kopi peranakan atau Peranakan Koffie yang dikenal juga dengan kopi susu. Cara pembuatannya juga sama dengan kopi tubruk, hanya ditambah susu kental manis saja.



Warung Koffie Batavia juga memiliki banyak pilihan biji kopi, salah satunya campuran arabika dan robusta sebagai biji kopi reguler. Sedangkan untuk biji kopi premium biasa menggunakan arabika 100 persen, robusta, dan biji kopi luwak.


"Satu yang harus dicatat, biji kopi yang kami gunakan semuanya seratus persen dari Indonesia. Mulai dari biji kopi Aceh gayo, Jawa Timur, sampai Flores. Sehingga kami yakin bisa memenuhi kebutuhan pasar penggemar kopi di Medan," imbuhnya.


Terakhir, menurut Shara, yang membedakan Warung Koffie Batavia dengan tempat lainnya adalah, di sini tersedia pula makanan sampai kue-kue. Semua makanan lokal nusantara seperti Soto Betawi, Nasi Uduk, dan Nasi Kuning, menjadi ciri khas. Ditambah satu menu favorit, yaitu Nasi Goreng Batavia, dengan daging kambing yang lembut.


"Dari kopi sampai makanan yang disuguhkan, kami bangga dan percaya dengan produk kami sendiri. Khususnya kopi, ada pesan buat orang Medan nih ya, Warung Koffie Batavia menyuguhkan kopi yang benar-benar strong, silakan dicoba, buktikan sendiri," tandas Mosha.