Beritahati.com, Washington - Baru-baru in ini kobocoran data dialami jutaan pengguna Facebook di Indonesia dan dunia. Jelas, hal tersebut mengancam privasi setiap orang.


Terkait soal itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg, akhirnya mengakui kesalahannya atas kebocoran data pribadi jutaan pengguna Facebook dan penyimpangan keamanan di jaringan sosial terbesar dunia itu.


Di hadapan panel kongres di Capitol Hill, Amerika Serikat (AS), Zuckerberg mengakui dia terlalu idealis dan gagal memahami bagaimana platform yang digunakan oleh dua miliar orang di seluruh dunia itu dapat disalahgunakan dan dimanipulasi.


Pria 33 tahun itu dijadwalkan untuk memberikan keterangan di hadapan para senator dan parlemen, Rabu (10/4) waktu setempat, di tengah skandal kebocoran data jutaan pengguna Facebook oleh perusahaan Inggris Cambridge Analytica, yang bekerja dengan kampanye Donald Trump.


“Kami tidak mengambil pandangan yang cukup luas tentang tanggung jawab kami, dan itu adalah kesalahan besar. Ini adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf,” kata Zuckerberg dalam kesaksian tertulisnya yang dirilis oleh komite perdagangan Parlemen Amerika Serikat, Senin (9/4) waktu setempat atau Selasa WIB.


“Saya memulai Facebook, saya menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sini,” sambungnya seperti dimuat Channel News Asia.