Beritahati.com, Jakarta - Industri musik Indonesia tengah berduka cita karena bassist grup musik Kerispatih, Andika Putrasahadewa, atau yang akrab disapa Dika, dikabarkan meninggal dunia. Informasi meninggalnya Andika Kerispatih ini beredar cepat di ranah media sosial. Akun Instagram resmi milik Kerispatih menyebarkan kabar duka tersebut.


"RIP @dikabassman. Doain yang terbaik buat yang ditinggal dan doakan semoga diterima di sisi-Nya yaa," tulis akun Instagram Kerispatih, melalui Instagram Stories yang baru saja diunggah siang ini, pada Selasa (10/4).


Belum dapat dipastikan penyebab jelasnya Dika meninggal dunia, namun pria berusia 36 tahun ini dikabarkan terjatuh tiga hari sebelum ajalnya tiba. Dari situ, Andika diduga mengidap gejala stroke ringan yang membuatnya kehilangan keseimbangan lalu terjatuh.


Andre Dahlan yang merupakan PR dari Nagaswara, perusahaan rekaman Kerispatih, membenarkan kabar tersebut. Ia berbicara secara singkat melalui telepon.


"Iya benar (meninggal dunia). Andika terserang stroke, sempat jatuh juga tapi masih belum dapat rinciannya" ujar Andre, menjelaskan lewat saluran telepon.


Di tempat yang berbeda, Doadibadai Hollo alias Badai, mantan kibordis Kerispatih, turut memberikan belasungkawa terhadap rekan grup musiknya terdahulu itu. Badai menyebut bahwa Dika telah mengidap penyakit diabetes sejak lama dan kerap diingatkan oleh rekan-rekannya untuk selalu menjaga kesehatan.


"Andika enggak mikirin penyakitnya sih, dia cuek aja. Kita selalu ingetin dia untuk rajin check up dan jaga makan," kata Badai.


Sementara Sammy Simorangkir, mantan vokalis Kerispatih, menceritakan sedikit riwayat Dika. Kata Sammy, beberapa hari lalu, Dika yang sedang mengalami sakit kaki tiba-tiba terjatuh.


"Ini yang aku dengar ya, kaki dia luka dan enggak sembuh-sembuh. Mungkin karena dia ada diabetes. Nah, tiga hari lalu dia jatuh dan kena stroke ringan. Tapi setelah itu sembuh dan bisa pulang ke rumah," tuturnya.


Kaitan diabetes dan stroke


Diabetes adalah suatu penyakit ketika tubuh Anda tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup. Penyakit kronis ini ditandai dengan kadar gula darah yang jauh di atas normal. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, seseorang yang menderita diabetes berisiko tinggi mengalami stroke.


Tak hanya stroke, penderita diabetes tipe 2 juga lebih rentan terhadap pengerasan arteri yang disebut aterosklerosis. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Philip B. Gorelick, seorang profesor di Translational Science and Molecular Medicine di Michigan State University College of Human Medicine. Seseorang yang mengalami obesitas, tekanan darah dan kolesterol tinggi, lebih rentan mengalami pengerasan arteri.


David W. Lam, dari Mount Sinai Diabetes Center, turut menambahkan perihal kaitan antara diabetes dan stroke. Menurutnya, kadar gula darah tinggi yang dialami seseorang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.


“Kondisi ini bisa memengaruhi aliran darah secara keseluruhan ke organ tubuh, termasuk otak, yang kemudian bisa berakibat stroke,” katanya.


Dika meninggal dunia di kediamannya di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (10/4) pagi. Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini. Selamat jalan Andika Kerispatih, terima kasih atas karya musik bersama Kerispatih yang telah meramaikan industri hiburan Tanah Air sampai sekarang!