Beritahati.com, Denpasar - Standard Chartered Bank Indonesia (SCB Indonesia) menandatangani kerjasama dengan Indonesia Eximbank untuk mendukung ekspansi dan operasional bisnis para pelaku ekspor Indonesia di Afrika. Kerjasama ini memperluas kesempatan bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk memperoleh akses dan solusi finansial bagi pengembangan bisnis mereka, termasuk penyediaan jaminan pembayaran dan optimalisasi kebutuhan modal kerja, dengan mengandalkan jaringan kuat dan keahlian Standard Chartered di pasar-pasar Afrika.


Dengan kerjasama ini, para eksportir Indonesia dapat memperoleh Letter of Credit (L/C) Renegotiation/ Rediscounting Services Agreement dari Standard Chartered sehingga mereka dapat memperluas kesempatan untuk mengembangkan bisnis di Afrika. Selain itu, mereka dapat memanfaatkan jaringan kuat yang dimiliki Standard Chartered di 22 negara Afrika untuk mengeksplorasi peluang bisnis baru, sementara Bank akan memitigasi risiko pembatalan pembayaran sekaligus mengelola jaminan pembayaran.



CEO Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly mengatakan, sejalan dengan misi mendukung program ekspor nasional, pihaknya juga terus berupaya untuk memfasilitasi pembiayaan bagi eksportir dalam memperluas bisnis di pasar-pasar yang tengah berkembang di dunia, termasuk Afrika.


(BACA JUGA) Standard Chartered dan Indonesia Eximbank fasilitasi eksportir Indonesia ke pasar Afrika


"Kami percaya bahwa kemitraan ini akan membantu berkontribusi dalam agenda pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keberlanjutan pertumbuhan ekspor nasional jangka panjang,” ungkap Sinthya, melalui rilis yang diterima Beritahati, Selasa (10/4/2018).



Pada kesempatan yang sama, CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro mengatakan, keterlibatan StanChart dalam forum IAF 2018 menunjukkan dukungan kuat dalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain kolaborasi ini, StanChart selalu siap untuk terus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai agenda utama negara.


"Kami senang dapat menyaksikan kemajuan yang telah diraih bersama-sama. Kami secara aktif juga bermitra dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) untuk mendorong investasi asing, kemudian berpartisipasi dalam global IDR bond pertama – Komodo Bond; serta kami dengan bangga telah dipercaya sebagai sovereign rating advisor untuk tiga lembaga pemeringkat internasional sejak 2013,” tutup Rino.