Beritahati.com, Singaraja - Program latihan yang dilaksanakan di SPN Singaraja selama 10 hari oleh personel Polda Bali dalam peningkatan kemampuan fungsi teknis Kepolisian, sudah selesai pada Kamis (12/4/2018).

Beberapa personel yang mengikuti program latihan dinyatakan mendapat nilai tertinggi, diantaranya ;

1. Latihan fungsi operasinal intel sebanyak 50 orang, Aiptu Komang Darmawan dari Polres Jembrana mendapat nilai tertinggi 79,40.

2. Latihan bintara pembentukan pembinaan jaringan berjumlah 50 orang, Aiptu Nyoman Sadiada dari Polres Buleleng mendapat nilai tertinggi dengan 80,80.

3. Latihan bintara dasar Reskrim jumlah peserta 25 orang, Aiptu Komang Rai Parawarta mendapatkan nilai tertinggi 77,00.

4. Latihan bintara penyidikan tindak pidana pertanahan dengan jumlah peserta 25 orang, Aiptu Made Arsana Arya dari Polres Badung mendapat nilai tertinggi 78.00.

5. Latihan bintara tindak pidana korupsi jumlah peserta 25 orang, nilai tertinggi 90,00 diraih Bripka Putu Murahman dari Polres Tabanan.

6. Latihan bintara penyidik narkoba jumlah peserta 25 orang, nilai tertinggi 83,00 diraih Aiptu A.A Nyoman Anom dari Polres Tabanan.

7. Latihan bintara penyidik laka lantas dengan jumlah peserta 25 orang, nilai tertinggi 83.00 diraih Bripka Gede Suartama Yasa dari Polres Bangli.

8. Latihan bintara penyidik perairan dengan jumlah peserta 25 orang, nilai tertinggi 80,60 diraih Aiptu Imam Buchori dari Polres Bangli Bangli.




Dalam upacara penutupan program latihan tersebut, Waka SPN Singaraja AKBP Reh Ngenana langsung menyerahkan sertifikat.

Pelatihan dilakukan dengan tujuan menciptakan personel Polri yang cerdas dan cermat dalam bertugas, sesuai bagiannya masing-masing. Bagaimana seorang bintara Polri bisa melihat permasalahan, memahami, kemudian mengambil tindakan yang tepat, adalah harapan yang diinginkan.

Ilmu yang sudah didapatkan saat pendidikan, kata Waka SPN, hendaknya dapat diterapkan dengan baik dalam menjalankan tugas nanti di kewilayahan.

“Terutama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ucap AKBP Reh Ngenana.