Beritahati.com, Jakarta - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggulung empat anggota sindikat pencurian kendaraan bemotor (curanmor) yang kerap gentayangan pada malam hari di wilayah Tangerang.


Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, komplotan curanmor ini mencari sasaran sepeda motor yang diparkir pemiliknya di depan rumah tanpa kunci ganda.


"Bermodal kunci leter T salah satu merusak kunci motor sedangkan lainnya standby di motor memastikan keadaan aman dan bersiap kabur jika aksi mereka kepergok," kata Argo dalam konferensi persnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (13/4).


Argo menjelaskan, keempat pelaku yakni AF (24), D (26), S alias T (33), dan R (23) ditangkap oleh tim Resmob di bawah pimpinan Kompol Indra Ranudikarta dan AKP Reza Fahlevi di tempat persembunyian mereka disebuah rumah kontrakan di Jalan Serang-Jakarta, Kampung Belingon, Sentul, Kragilan, Serang Banten pada Selasa (10/4/2018).


Selama Maret 2018 dan awal April 2018 komplotan ini telah beberapa kali menggondol motor milik warga di wilayah Tangerang Kota dan Tangerang Selatan.


Aksi pencurian ini dikomando oleh AF yang berperan sebagai kapten dalam kelompok mereka. Setiap lokasi sasaran dan hasil penjualan diatur oleh AF.


“Dari empat tersangka, AF sebagai leader yang mengatur semua kegiatan. Tersangka ini kalau malam jam dua belasan jalan-jalan mencari sasaran motor yang diparkir diteras rumah dan menggunakan kunci T,” jelas Argo.


Saat akan dilakukan pengembangan, tersangka AF melakukan perlawanan kepada petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur ditembak kakinya. Sebanyak lima motor hasil curian disita polisi.


“Dua barang bukti sempat dijual dengan harga Rp 2,5 juta setiap unit. Yang membeli (penadah) masih kita kejar saat akan ditangkap dia kabur,” kata Kabid. Tersangka dikenakan Pasal 363 ayat (1) huruf (4e) KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.


Berikut video konferensi pers penangkapan sindikat curanmor oleh Resmob Polda Metro Jaya: