Beritahati.com, Jakarta - Pada tulisan sebelumnya, disebutkan bahwa jenis rempah nusantara, Kayu Manis, berkhasiat menurunkan kadar kolesterol. Ini menjadi kearifan lokal di Indonesia secara turun temurun. Namun pertanyaannya, apa khasiat ini terbukti secara ilmiah?


Seperti dituliskan guesehat.com, tentu saja hal itu dapat dibuktikan secara ilmiah, sehingga memang bukan kebetulan belaka atau mitos semata.


Berdasarkan riset ilmiah "Potensi Anti-Hiperkolesterolemia Ekstrak Cassia Vera" dari Fauzan Azima dan rekan, seperti dikutip melalui jurnal Teknologi dan Industri Pangan, ekstrak kayu manis mengandung fenol 62,25 persen, senyawa flavonoid, tanin, dan saponin.


Ekstrak kayu manis berpotensi sebagai anti-hiperkolesterolemia, karena mampu menurunkan kolesterol total serum dari 443,3 mg/dl menjadi 138 mg/dl. Menurut herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, penderita kolesterol dapat menambahkan madu agar khasiatnya lebih kuat.


Dalam kayu manis, terdapat kandungan sinamaldehide sebesar 60–75 persen, eugenol sekitar 66–80 persen, minyak asiri 0,5–1 persen, tanin, kalsium oksalat, serta damar.


Efek farmakologis dari kayu manis adalah sebagai penghilang rasa sakit (analgesik), penambah nafsu makan (stomachica), peluruh keringat (diaforetik), serta antirematik.


Sedangkan senyawa cinnaldehye didalamnya memiliki efek untuk mengencerkan darah, sehingga bisa mencegah penyumbatan darah, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi risiko stroke.


Namun begitu, walaupun ada obat, baik obat kimia maupun obat herbal, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, masyarakat diimbau harus tetap menjaga pola hidup dengan baik. Jadi tidak hanya menjaga kadar kolesterol agar tetap stabil, tetapi dengan pola hidup sehat, kesehatan secara keseluruhan juga terjaga dengan baik.


Konsumsilah makanan yang cukup dan seimbang, jangan berlebihan, apalagi makanan yang banyak mengandung lemak. Tidak ada yang dapat menjamin kesehatan, selain diri manusia itu sendiri.