Beritahati.com, Jakarta - Asam urat tinggi dahulu disebut dengan istilah gout yang disebabkan pengendapan dari asam urat pada persendian. Asam urat merupakan hasil metabolisme yang mengalir melalui peredaran darah. Jika kadar asam urat terlalu tinggi atau terlalu sedikit yang dibuang melalui air seni, akan terbentuk kristal-kristal dan akan mengendap pada salah satu persendian dan terjadinya kelainan bentuk persendian, otot-otot pada betis kaki jadi terasa kaku terutama jika yang diserang pada bagian persendian sekitar telapak kaki, jempol maupun mata kaki.


Pengobatan paling mudah secara tradisional adalah daun salam 10 lembar direbus dengan air 400cc hingga tersisa 200cc, airnya diminum selagi hangat. Juga memakan buah leunca atau buah tokokak (pokak) secara teratur yaitu dua kali sehari.


Atau 15 daun lindri dan 5 batang cikal balung keduanya direbus dengan air tiga gelas hingga jadi satu gelas, minum dalam keadaan hangat.


Berdasarkan beberapa kasus penderita asam urat dalam kondisi yang tidak parah, bisa sembuh setelah dua kali minum. Namun jika serangannya parah, diperlukan waktu minimal 3 hari minum, dengan waktu pagi dan sore hari. Tiap kali minum, buatlah ramuan baru.


Namun untuk bahan jamu tradisional lengkap jika mendapatkan serangan asam urat, berikut yang harus disediakan dan diramu :


Bahan :


1. Kunir 1 ons ( jika tensi darah tinggi, ditambah menjadi ¼ kg demikian juga dengan temulawak).
2. Temulawak ¼ - ½ kg
3. Lempuyang ¼ (kalau darahnya rendah lempuyang ditambah ½ kg)
4. Cowekan / pegagan 1 – 2 genggam
5. Daun salam 5 lembar
6. Daun sirih 5 lembar ( hijau kekuningan )
7. Sambung nyawa 4 – 5 pupus


Caranya Pengolahan :


Dicampur air 3 gelas besar, direbus dengan media gendok (periuk tanah, tidak boleh menggunakan panci aluminium) biarkan mendidih hingga jadi 1 gelas. Diminum dalam keadaan hangat.


Bekas rebusan masih bisa dipakai selama 5 hari dengan cara tambahkan terlebih dulu air masak 1 gelas dan direbus lagi. Jika tidak tahan dengan rasa pahitnya, boleh ditambah gula jawa / aren.


PERINGATAN : Sepekan hingga satu bulan setelah pengobatan, penderita tidak diperbolehkan makan dan minum hal-hal yang menjadi pantangan, semisal makanan berlemak, santan, dan lain sebagainya.