Beritahati.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan uji coba tiga paket kebijakan di ruas tol Tangerang-Jakarta, Senin (16/4/2018).


Tiga paket kebijakan yang dimaksudkan adalah sistem ganjil genap untuk pengguna kendaraan pribadi, jalur khusus bus di sepanjang ruas tol Tangerang ke Jakarta, dan larangan kendaraan besar melintas pada waktu tertentu.


Penerapan sistem ganjil genap baru diterapkan untuk dua gerbang tol, yakni Tangerang 2 dan Kunciran 2, dengan penerapan resmi mulai pukul 06.00-09.00 WIB, Senin-Jumat setiap pekannya. Pada jam yang sama, kendaraan besar dengan spesifikasi tiga sumbu ke atas juga dilarang melintas.


Melalui uji coba awal hari ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau pengguna kendaraan pribadi yang terbiasa melintasi tol Tangerang-Jakarta untuk beralih ke angkutan umum.


Kemenhub bekerja sama dengan beberapa operator bus sudah menyediakan layanan bus premium yang siap mengantar pengguna kendaraan pribadi sampai ke Jakarta.


Salah satu layanan bus tersebut dari operator bus wisata Royal Platinum, dengan titik keberangkatan halte Flavor Bliss, Alam Sutera, mulai pukul 06.00-07.30 WIB, dengan keberangkatan per 30 menit, atau setengah jam sekali, yang mematok tarif Rp 22.500 sekali perjalanan.


Namun begitu, seperti dilansir kompas, untuk awal, Royal Platinum akan menggratiskan tiket bus premium hingga Jumat, 20 April 2018 mendatang, setelah itu, baru masyarakat mulai membayar tiket.


Nantinya, setelah masyarakat merasakan manfaat paket kebijakan tersebut, sesuai kesepakatan dengan Kementerian Perhubungan, para operator bus akan menambah jumlah armadanya untuk mengakomodasi kebutuhan akan angkutan umum yang aman dan nyaman.


"Harapan saya, 50 persen masyarakat Tangerang bisa menggunakan transportasi massal ini saat menuju Jakarta," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meninjau persiapan ganjil genap di Tol Jakarta-Tangerang, Minggu (15/4/2018).


Sesuai rencana, uji coba ganjil genap berlangsung selama satu bulan, sebelum diresmikan penerapannya. Artinya, belum ada sanksi apapun bagi pengguna jalan tol Tangerang-Jakarta yang melanggar aturan ganjil genap.


"Awalnya masih sosialisasi," pungkas Budi.