Beritahati.com, Jakarta - Polri dan Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sepakat untuk bekerja sama dalam menangani kasus adanya kebocoran data pribadi pengguna Facebook di Indonesia. Sebelumnya Facebook juga membenarkan adanya kasus Rohingnya di Myanmar terkait pertikaian antara umat Muslim dan Hindu di Srilangka semakin memanas dengan adanya pemberitaan di Facebook.


Untuk itu, Polri mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke Dittipidsiber Bareskrim Polri apabila merasa akun Facebook-nya disalahgunakan oleh orang lain.


“Bagi siapapun yang menerima pemberitahuan langsung dari Facebook agar menjelaskan pengalaman pribadinya secara langsung sebagai saksi,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. M. Iqbal, Senin (16/4).


Polri berencana untuk mengadakan pertemuan dengan perwakilan Facebook untuk mendapatkan informasi yang meresahkan masyarakat.


“Sejauh ini, penyidik berencana mengadakan pertemuan dengan perwakilan Facebook di Indonesia guna mendapati keterangan dan konfirmasi akan isu yang meresahkan masyarakat ini,” jelas mantan Kapolrestabes Surabaya.


Polri dan Kemenkominfo khawatir jika Facebook dijadikan sebagai alat utama untuk kepentingan individu atau kelompok dalam melakukan perbuatan yang tidak bertanggungjawab. Karena, Facebook merupakan media sosial yang mampu menyebarkan informasi secara luas dengan waktu yang relatif singkat.


“Polri dan Kemenkominfo sepakat untuk bekerja sama menangani masalah ini dengan serius. Sedangkan terkait ada atau tidaknya dugaan tindak pidana sangat ditentukan berdasarkan temuan fakta dan bukti yang ada di lapangan,” ujarnya.


Penyalahgunaan media sosial Facebook diantaranya digunakan untuk menyebar fitnah, pencemaran nama baik, provokasi, penyebaran hate speech (ujaran kebencian), hoax dan fakenews (berita bohong) yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Selaku regulator, Kemenkominfo dan Polri mengimbau masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap setiap informasi yang ada di media sosial Facebook.