Beritahati.com, Jakarta - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) akan menggelar Kongres ke-XIX di Labersa Grand Hotel and Conventions Center, Pekanbaru, Riau,Kamis (19-21/4)


"Insya Allah kongres IAI siap digelar seusai jadwal. Rencananya juga akan diikuti 1.800 peserta dari seluruh Indonesia," kata Sri Wahyono, Apt, Ketua panitia Kongres IAI sekaligus Ketua Himpunan Apoteker Seminat Obat Tradisional (Himastra) ketika ditemui di kantornya di kawasan Tomang Jakarta Barat Senin (16/4).
   


Sri Wahyono menambahkan kongres IAI telah sesuai dengan amanat AD/ART lkatan Apoteker Indonesia. Terlebih, kongres IAI merupakan organ pemegang kekuasaan tertinggi dalam IAI di tingkat pusat yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat lkatan Apoteker Indonesia.


"Pelaksanaan Kongres IAI diadakan sedikitnya sekali dalam 4 (empat) tahun, paling lambat dilaksanakan 3 (tiga) bulan setelah masa jabatan pengurus berakhir," jelasnya.


Dituturkan Sri Wahyono, dengan mengacu pada pelaksanaan Kongres Nasional XIX IAI yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 21-23 Februari 2014 lalu, maka Kongres berikutnya harus dilaksanakan paling lambat 23 Mei 2018. Dan,


"Soal calon kandidat ketua IAI periode 2018-2022, belum ada yang mendaftar. IAI berbeda dengan organisasi politik, yang jauh-jauh hari calon kandidat sudah muncul. Tapi kalau IAI,  biasanya kandidat muncul ketika kongres berlangsung," papar Sri Wahyono. 
     
Sementara Ketua Umum PP IAI peroide 2014-2018, Drs Nurul Falah Eddy Periang, mengatakan tidak secara gamblang akan mencalonkan kembali pada kongres kali ini. 


"Kalau anggota memilih, saya siap. Tapi saya tidak mau menggebu seperti calon ketua organisasi lain,"  kata Nurul Falah.


Nurul menjelaskan bahwa kongres merupakan ajang silaturahmi jajaran pengurus IAI dengan para anggotanya untuk menghasilkan keputusan berupa naskah dan pedoman umum organisasi sebagai acuan bagi pengurus periode berikutnya selama 4 (empat) tahun ke depan.


Bersamaan dengan pelaksanaan kongres itu pula, diadakan juga Pekan ilmiah Tahunan 2018, sebagai ajang bagi para apoteker untuk menjaga dan meningkatkan kompetensi, baik sebagai praktisi, akademisi maupun birokrat. Pekan Ilmiah Tahunan merupakan agenda rutin setiap tahun yang mengikut kegiatan Rakernas atau Kongres. 


Dijadwalkan Menteri Kesehatan RI Nilla F Moeloek akan membuka kongres tersebut. Selain Menkes, Mentri Perindustrian RI Airlangga Hartato juga akan hadir sebagai pembicara beserta praktisi farmasi.


Kegiatan ini juga akan dibarengi dengan agenda tahunan yakni Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) berupa simposium, workshop, bazar dan kegiatan lainnya.

Adapun tema Kongres XX dan PIT IAI 2018 adalah 'Trusted Pharmacist for a Better Quality of Life'. Tema ini diambil mengingat semakin tingginya tuntutan bagi apoteker untuk memenuhi standar kompetensi dan moral yang lebih baik dalam memberikan pelayanan.


Bicara soal 'Trust is an important start of every journey', menurut editor Why Consumer Trust Pharmacist (Drug Topics, 20 Januari 2017) profesi apoteker menjadi 10 tertinggi profesi yang terpercaya dikarenakan dua hal, yaitu apoteker dianggap sebagai tenaga terlatih klinis yang dapat menjawab pertanyaan pasien tentang terapi mereka, dan apoteker dapat diakses masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sampai ke kelompok masyarakat paling kecil, yaitu keluarga.


"Kepercayaan pasien terhadap Apoteker ini hanya dapat bertahan bila para Apoteker menjaga kompetensi mereka sesuai harapan pasien, para Apoteker ferus berupaya untuk mendekatkan pelayanan mereka kepada masyarakat, dan para Apoteker senantiasa mengikuti dinamika perkembangan pelayanan kesehatan terkini," jelas Nurul. 


Perkembangan pelayanan kesehatan mengarah kepada pemberian intervensi medis (farmakologis maupun non farmakologis) yang menekankan kepada peningkatan kualitas hidup pasien dengan mengusung semangat Sustainable Development Goals (5065) untuk mencakupi seluruh individu masyarakat (no one left behind).


Alhasil, bidang kefarmasian harus berupaya mengikuti dinamika ini di setiap sisinva. Dari sisi manufaktur, industri farmasi berkembang pesat pada lini produk biologis yang menjanjikan individualistik terapi dengan efikasi, keamanan, serta mutu yang lebih tingi.


Sementara itu, Kepala dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyatakan dukungannya atas penyelenggaraan kongres IAI dan pertemua tahunan ilmiah para farmasi ini di Riau ini.

"Ini kesempatan kita untuk menambah wawasan. Saya harap kesempatan ini jangan dilewatkan. Akan banyak pengalaman-pengalaman yang akan di dapat pada kegiatan IAI ini terutama pada seminarnya," ungkap Mimi.

Mimi juga menghimbau kepada para farmasi di Riau untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan wawasan. Ditunjukanya Riau sebagai tuan rumah, kemungkinan hanya akan bisa dirasakan 34 tahun lagi, mengingat kongres IAI dan pertemua ilmiah ini dilaksanakan secara bergiliran disetiap provinsi.