Beritahati.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) selama tiga hari, mulai 25-27 April 2018 menggelar Festival dan Diskusi Teh, Kopi dan Coklat produk petani Indonesia di Lobby Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Pada hari terakhir, Jumat, 27 April 2018, Beritahati berkesempatan menemui salah satu petani Teh Tasikmalaya, yang sudah membuat brand sendiri, yakni Mimi Tea (Teh Mimi).


Ena Karyana, demikian pria paruh baya tersebut dipanggil. Dirinya sudah bertahun-tahun menekuni profesi menjadi petani teh di Tasikmalaya, kemudian sekarang merambah untuk membuat teh siap saji dengan merek Mimi Tea.


Mimi Tea, kata Ena, merupakan produk asli petani dari Kelompok Tani (Poktan) Raksa Tani, Desa Raksa Sari, Kecamatan Tarajuk, atau kurang lebih 50 km dari Ibukota Kabupaten Tasikmalaya.


"Mimi Tea sudah mulai berproduksi sejak 2014," ujar Ena kepada Beritahati, Jumat (27/8/2018).


Mendapat kesempatan pameran di Gedung DPR RI adalah berkah tersendiri menurut Ena. Mengapa demikian? Lantaran, dirinya ternyata memiliki harapan bahwa teh asli produk petani bisa mendapat perhatian dari pemerintah dan anggota dewan di Jakarta.


"Produk kami tanpa bahan pengawet dan murni hasil petani lokal, khususnya di Tasikmalaya. Jadi kami butuh perhatian pemerintah juga untuk cara marketing atau penjualan yang efektif, karena itulah kekurangan kami. Kalau masalah produk dan citarasa, saya berani jamin, teh Indonesia, khususnya dari Poktan Raksa Tani, berani diadu dengan produk luar negeri," tutur Ena.


Untuk promosi dengan cara mengikuti pameran, Ena mengaku kerap mengikutinya, didukung Bank Indonesia atau Telkom.


Dan ia juga menyampaikan, dukungan Pemerintah daerah, dari Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, bahkan Provinsi, sangat besar terhadap produk Mimi Tea, karena mereka difasilitasi peralatan maupun perlengkapan pabrik untuk memproduksi Mimi Tea.


"Untuk dalam negeri, kami sudah kerja sama dengan beberapa distributor, seperti di Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, bahkan sudah merambah menjual secara online juga. Tapi kalau buat ekspor, kami belum. Kirim ke luar negeri 5-10 kilogram pernah, selebihnya untuk partai besar belum pernah," imbuhnya.


Mimi Tea dijual per sachet isi 25 buah dengan harga Rp 10 ribu, sedangkan untuk ukuran kaleng, dijual seharga Rp 50 ribu. Dan Mimi Tea menyediakan beberapa varian, seperti Teh hijau, Teh Hitam, Teh Celup, Teh Putih serta Teh Powder.


"Dan sekali lagi, keistimewaan Mimi Tea adalah, kami tak menggunakan bahan kimia atau pengawet serta apapun jenisnya. Jadi ini murni teh asli Indonesia, asal petani Tasikmalaya," pungkasnya.