Beritahati.com, Jakarta - Bulan Mei bagi masyarakat Indonesia adalah bulan dimana akan selalu teringat kejadian mengerikan di Indonesia.


Bulan dimana masyarakat selalu teringat akan kebiadaban tragedi kemanusiaan dalam perjalanan dunia politik Indonesia.


Bulan dimana pembungkaman hak demokrasi, intimidasi, penculikan, pembunuhan, pembakaran, pemerkosaan, perampasan, yang terjadi secara sistematik dan bersamaan.


Bulan dimana teringat kembali ketika para aktivis, mahasiswa, masyarakat bersama-sama melawan kediktatoran Pemimpin Orde Baru, Soeharto.


Bulan dimana masyarakat teringat bagaimana mahasiswa, aktivis, masyarakat, dibungkam, dikejar, disiksa, dan dipenjarakan oleh pemerintahan diktator Soeharto.


Tapi Mei itu juga menjadi bulan dimana kami mahasiswa, aktivis, masyarakat, berhasil MENUMBANGKAN TIRANI dan DIKTATOR SOEHARTO, pemerintahan saat itu.


Bulan yang membuat kami teringat saat berhadapan langsung dengan aparat & TNI, serta bulan dimana teringat kembali bahwa pintu Demokrasi & Reformasi telah terbuka lebar.


Bagi Aktivis, mahasiswa & masyarakat, Mei 1998 adalah bulan yang sangat menyakitkan, yang tak pernah hilang dari ingatan para aktivis, mahasiswa, dan masyarakat, yang saat itu berada di garis terdepan saat terjadinya Tragedi Mei 1998, Insiden Trisakti maupun Insiden Semanggi.


Kami masih ingat betul bagaimana TNI berhadapan langsung dengan masyarakat luas (mahasiswa, aktivis, masyarakat) dan bertindak membabi buta.


Kami masih ingat dengan jelas ceceran darah dimana mana, kami masih ingat asap api hitam membumbung tinggi di antara kota yang hancur. Dan kami masih ingat dengan jelas, teriakan dan tangisan para wanita serta anak-anak kala itu.



Tragedi mei 1998, diawali terjadinya bentrokan mahasiswa di Medan, Sumatera Utara (pada awal mei), yang akhirnya merembet luas ke kota-kota besar lainnya.


Setelah itu, peristiwa Trisakti meledak, dan Jakarta menjadi kota yang mencekam. Jauh hari sebelumnya, isu bahwa akan terjadi kerusuhan besar dengan isu anti china sudah santer terdengar di pelosok Kota Jakarta.

Setelah terjadinya penembakan terhadap mahasiswa di kampus UniversitasTrisakti, kawasan Slipi mulai “panas” dengan aksi yang dilakukan oleh massa tak dikenal.


Mereka mulai melakukan pelemparan dan pembakaran ban di jalan. Aksi yang serupa juga terjadi di beberapa daerah secara serempak.

Kerusuhan dan Tragedi Mei 98 tidak terelakkan.


Campur tangan TNI, Terutama Prabowo Subianto, sangat jelas terlihat ketika terjadinya tragedi tersebut.


Sahabat kami Hilang dan Mati ! Para aktivis dan mahasiswa !
Ditengarai akibat campur tangan para oknum TNI saat itu.


Kami yang saat itu terlibat langsung dalam peristiwa kelam Mei 98 jelas sangat tahu dan masih terekam dengan jelas bagaimana sikap TNI kala itu.


Sikap yang akhirnya tidak akan pernah kami lupakan dalam sejarah perjalanan hidup kami.


Bulan Mei juga menjadi catatan kelam bangsa ini, dimana Marsinah, aktivis buruh, ditemukan Tewas ! dengan luka tembak di sekujur tubuhnya, dan ini diduga telah dilakukan oleh oknum TNI pada Mei 1998.


Bulan Mei juga menjadi hujan air mata, dimana sampai saat ini, 13 Aktivis ! Sahabat Kami ! hilang tanpa jejak sampai detik ini.


Kasus besar yang sukar diungkap, dimana terbukti kasusnya pun belum terbuka hingga saat ini.


Walau banyak cerita kelam pada Mei 1998, tapi anak bangsa juga harus bangga dan berfikir bahwa 21 mei 1998, ada perubahan demokrasi dengan Reformasi bagi bangsa Indonesia !


Semuanya pasti ingat Mei 98, ketika DIKTATOR SOEHARTO dan kroni-kroninya RUNTUH !


Bulan Mei itu penuh cerita menyakitkan dalam perjalanan politik bangsa Indonesia.


Bulan Mei itu penuh luka, darah, dan nyawa yang menghantarkan bangsa besar ini ke dalam gerbang demokrasi yang terbuka (Reformasi) !


Oleh karena itu, kami Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98), dengan ini menyatakan sikap KERAS ! Dengan :


1. MENOLAK TEGAS ! Capres dan Cawapres dari TNI.


2. MENOLAK KERAS ! Capres dan Cawapres yang berafiliansi dengan kubu CENDANA atau SOEHARTO dan kroni-kroninya.


3. MENOLAK TEGAS ! Capres dan Cawapres PRODUK ORDE BARU !


Bulan Mei yang takkan pernah kami lupakan.......


2 Mei 2018,
Tirtayasa
JARI 98