Beritahati.com, Jakarta - Industri padat karya berorientasi ekspor diyakini sebagai industri yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai negara di Asia yang telah “naik kelas” dan masuk ke dalam kelompok negara berpenghasilan menengah Middle Income Countries (MIC), industri padat karya berorientasi ekspor menjadi salah satu industri tumpuan yang dapat mendorong ekspor Indonesia.


Upaya mendorong industri padat karya berorientasi ekspor tersebut menjadi bahasan diskusi dalam seminar dengan tema Pengembangan dan Pembiayaan Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor pada hari ini (7/5) di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerjasama dengan Bank Indonesia. Seminar tersebut dihadiri oleh pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan kalangan akademisi.


Untuk mendorong pasokan valuta asing dan menjaga stabilitas rupiah, peran aktivitas riil dalam perekonomian menjadi penting. Oleh karena itu, pengembangan dan pembiayaan industri padat karya berorientasi ekspor sangatlah penting sebagai langkah memperkuat ekonomi Indonesia. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara dalam sambutannya.


Industri padat karya berkontribusi besar pada aspek sosial ekonomi, yaitu pertama, memiliki forward linkage dan backward linkage yang besar. Kedua, sebagai alat pemerataan ekonomi daerah. Ketiga, sebagai jaring pengaman sosial karena sifatnya yang padat karya. Keempat, menghasilkan devisa ekspor. Terakhir, menjadi motor penggerak sektor ekonomi lainnya.


Dari sisi Bank Indonesia, untuk mendorong pengembangan industri, Bank Indonesia memiliki 6 (enam) peran strategis, yakni berperan aktif dalam satgas percepatan reformasi struktural (POKJA III), koordinasi pusat dan daerah terkait isu strategis antara lain pengembangan industri pengolahan, mitigasi risiko dan kerentanan nasional, memelihara stabilitas makroekonomi, menstabilkan nilai tukar, dan menjangkar ekspektasi inflasi.


Seminar yang merupakan rangkaian kegiatan Pokja III (Satgas Percepatan Reformasi Struktural) tersebut membahas mengenai seberapa jauh peran industri padat karya, pemerintah, dan industri perbankan dalam mendorong ekspor Indonesia. Selain menjadi wadah diseminasi riset Bank Indonesia kepada publik, seminar ini diharapkan dapat menghasilkan pandangan dan rekomendasi baik kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.