Beritahati.com, Jakarta - Pertemuan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan kemarin (Selasa,8/5/2018), untuk membicarakan beberapa hal yang sudah dikhawatirkan Gatot sejak 2014, yakni proxy war.


"Budaya kita sudah mulai tergerus, nilai-nilai budi pekerti mulai tergerus, pemuda-pemuda mulai menggunakan narkoba, dan ini hrus dihentikan sebelum menghancurkan bangsa ini," ujar Gatot saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018).


Oleh karena itu, Gatot menekankan dalam pertemuannya dengan Ketua MPR RI, agar proxy war ini bisa segera ditangani bersama-sama agar tidak rusak dan terpecah belah bangsa ini.


Sampai dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang coba dibuat menjadi polemik oleh oknum-oknum untuk membuat kekacauan di Pilkada hingga Pilpres mendatang, Gatot memberikan perhatian serius.


Menurutnya, semua organisasi yang tak berlandaskan Pancasila dan tidak mengakui NKRI, tidak bisa hidup di Indonesia, termasuk HTI dan berbagai organisasi serupa lainnya.


"Semua organisasi harus berdasarkan Pancasila, tidak ada itu artinya tak bisa hidup di Indonesia, titik," tegasnya.


Dirinya menilai, keputusan negara atas HTI dan beberapa ormas serupa sudah benar, sehingga harus didukung, bukannya dipermasalahkan.


Pembubaran HTI ini sudah bergulir sejak era Gatot Nurmantyo masih sebagai Panglima TNI.