Beritahati.com, Jakarta - Hingga saat ini, faktor risiko LES belum diketahui secara jelas. Hal itu dipaparkan oleh Sumaryono saat memberikan sosialisasi seputar Saluri.


“Belum ada bukti yang jelas terkait penyebab lupus. Tapi hal ini bisa dilihat dari keluarga, apakah misalnya ada garis keturunan atau sanak saudara yang mengidap lupus,” ujar Sumaryono, di Direktorat Jenderal P2PTM, Jakarta Pusat, Selasa (8/5).


Faktor genetik diketahui memiliki peran dalam penyakit lupus. Selain itu, Sumaryono turut membeberkan penyebab lain seperti faktor lingkungan (infeksi, stres, makanan, antibotik khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet dari matahari, dan faktor hormonal dimana wanita lebih sering mengalami hal ini ketimbang laki-laki.


Terkait pengobatan, Sumaryono menganjurkan pasien LES untuk menjalani dan benar-benar menaati segala aturan. Ini bertujuan agar mereka mendapatkan remisi panjang, mengurangi tingkat keparahan gejala serta pencegahan kerusakan organ tubuh.


“Hindari aktivitas berlebihan, paparan sinar matahari, beban pikiran, dan lain-lain. Penanganan lupus adalah menerapkan perilaku hidup sehat mulai dari sekarang. Mesti ada kesadaran yang ditimbulkan sejak dini,” lengkap Sumaryono.


Sadari lupus sejak dini dengan mencermati sederet gejala di atas, ya! Penanganan yang lebih cepat dipastikan bisa meningkatkan kesejahteraan dan harapan hidup orang dengan lupus (odapus).