Beritahati.com, Sidoarjo - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin menyiratkan kemungkinan adanya hubungan antara teroris Bom tiga Gereja di Surabaya dengan Bom Rusunawa Sidoarjo, dimana kejadiannya hanya selang 14 jam saja.


Belum pasti memang hubungan atau kaitannya, akan tetapi kepolisian msih melakukan pendalaman.


"Bisa jadi berkaitan (berhubungan)," ujar Machfud saat berada di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Senin (14/5/2018), dinihari.


Sebelumnya, Kadiv Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Mangera mengingatkan wartawan bahwa masih terlalu jauh untuk berpikir ke arah itu, karena kepolisian masih dalam proses penyelidikan.


"Masih prematur untuk pertanyaan hubungan antara pelaku bom Gereja Surabaya dan Rusunawa ini. Sudah diam dulu," cetus Frans kepada wartawan di Rusunawa Wonocolo, Senin dinihari.


Namun begitu, Kapolda Jatim memastikan, tiga orang korban tewas akibat ledakan di Rusunawa, merupakan teroris.


"Mereka ini satu keluarga," tutupnya.


Sementara itu, pasutri Dita Oepriarto dan Puji Kuswati yang dikenali sebagai pelaku Bom Gereja Surabaya, juga mengajak keempat orang anaknya dalam aksi bom bunuh diri.


Usai kejadian, polisi menggeledah rumah keluarga ini. Ada 4 bom di tempat tersebut dan diledakkan polisi. Selain itu juga ditemukan alat panahan seperti busur dan anak panah.