Beritahati.com, Jakarta - Chief Financial Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Anwar Harsono menambahkan, Cost to Income Ratio (CIR) Bank membaik dari 65.3% menjadi 56.6%, seiring dengan penurunan biaya sebesar Rp 33 milyar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.


Selain itu, kata dia, dipengaruhi juga dengan kenaikan pendapatan berbasis komisi bersih (net fee-based income) sebesar Rp 83 milyar atau meningkat sebesar 24% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.


"Sementara itu, permodalan Bank tetap terjaga sehat di kisaran level 19 persen,” ujar Anwar di Jakarta, Senin (14/5/2018).


Sebelumnya, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro dalam Paparan Kinerja Keuangan Standard Chartered Bank Indonesia Kuartal I – 2018, di Jakarta, Senin, 14 Mei 2018 mengatakan, pihaknya meraih momentum perbaikan positif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 341 miliar pada triwulan pertama 2018. Angka tersebut meningkat sebesar 214 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.



Perolehan laba bersih yang meningkat signifikan ditopang oleh beberapa pencapaian aspek keuangan, diantaranya adalah:


• Total pendapatan bunga bersih Bank meningkat 9%, dimana sebagian besar merupakan kontribusi dari produk Transaction Banking dan bisnis Wealth Management, dimana masing-masing tumbuh sebesar 32% dan 16% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.


• Beban operasional menurun hingga 6%. Hal ini menunjukkan hasil nyata dari usaha efisiensi yang dilakukan Bank. Penting sekali bagi Bank untuk tetap menjaga kondisi ini, dan terus melestarikan budaya efisiensi biaya di Bank kita secara konsisten mendorong pemikiran smart spending.


• Total aset Bank di kuartal pertama telah meningkat sebesar 4% y.o.y dengan kualitas aset yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan NPL gross yang lebih rendah, yaitu sebesar 3.9% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yaitu sebesar 5.8%. Meskipun beban kerugian penurunan nilai seringkali paling rendah di kuartal pertama, namun ini menunjukkan perkembangan yang baik dan tetap menjadi pengingat untuk terus berupaya menurunkan tingkat gross NPL kita di sepanjang tahun 2018 dengan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian.


• Rasio profitabilitas Standard Chartered pada triwulan pertama menunjukkan kinerja yang solid dengan perolehan Return on Asets (ROA) sebesar 3.16% dan Return on Equity (ROE) sebesar 16.35%.


• Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank tumbuh sebesar 12%, dimana porsi sebesar 72% dari DPK Standard Chartered berupa giro dan tabungan (rasio dana murah/CASA).


• Modal dan likuiditas tetap menguat dan dipertahankan diatas peraturan pemerintah dimana Rasio Kecukupan Modal, atau CAR, tercatat sebesar 19,5% dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada 72,3% di kuartal pertama 2018.