Beritahati.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ahmad Rofiq menyatakan, sikap Dewan pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo yang menonaktifkan Ketua DPW Partai Perindo Bengkulu, Dirwan Mahmud yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, adalah wujud komitmen dan konsistensi partai dalam pemberantasan korupsi.


"Kami tidak memberikan toleransi bagi siapapun yang menyalahgunakan jabatan serta kewenangannya, apapun istilahnya, baik itu korupsi, gratifikasi maupun suap," kata Ahmad Rofiq di Jakarta, Kamis (17/5/2018).


Dirinya berpendapat, korupsi ini menjadi 'budaya' para pemimpin di semua jenjang. Oleh karena itu, harus ada penanganan langsung secara tegas agar kebiasaan atau 'budaya' buruk ini dapat dihilangkan.


“Pemimpin yang baik, jika masuk ke dalam sistem yang buruk, kemungkinan bisa terpengaruh menjadi buruk. Jadi sistem yang bersih itu penting untuk mengubah budaya korupsi yang selama ini dianggap sudah mendarah daging. Kita berharap negara semakin tegas dalam pemberantasan korupsi, dan ketegasan itu harus mendatangkan efek jera bagi para pelaku sehingga menjadi contoh bagi masyarakat yang menyaksikan,” tandasnya.