Beritahati.com, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mendorong perluasan penyaluran student loan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kali ini, BRI menjalin kerjasama strategis dengan Universitas Terbuka (UT) terkait kredit pendidikan atau biasa disebut Briguna Pendidikan.


Penandatanganan perjanjian kerjasama berlangsung di Jakarta, dengan dihadiri Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo dan Rektor UT Prof. Ojat Darojat, Ph.D.


Melalui kerjasama ini, BRI semakin menunjukkan komitmen untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di Indonesia khususnya sektor pendidikan.


“Dengan menggandeng UT yang memiliki mahasiswa lebih dari 280 ribu orang, BRI memperluas jangkauan kredit pendidikan dengan harapan mampu memberikan solusi dana pembiayaan bagi mahasiswa UT,” urai Corporate Secretary BRI, Bambang Tribaroto di Jakarta, Rabu (16/5/2018).


Briguna Pendidikan merupakan student loan dari BRI dengan skema pembiayaan yang dikhususkan bagi mahasiswa S1, S2 dan S3 dan telah diangkat sebagai pegawai tetap di suatu instansi / perusahaan serta memiliki penghasilan tetap.


Produk ini memiliki keunggulan dengan adanya fleksibilitas berupa grace periode atau kelonggaran waktu pembayaran, yakni mahasiswa diperbolehkan hanya membayar bunga berjalan selama masa pendidikan kuliah sedangkan pokok pinjaman dapat dibayarkan setelah mahasiswa lulus sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir.


Briguna Pendidikan ditawarkan dengan skema bunga yang ringan, yakni 6,5-7 persen dengan syarat dokumen administratif yang relatif mudah. Dokumen yang diperlukan diantaranya, foto kopi identitas diri/KTP dan KK, slip gaji, SK pegawai/karyawan, dan surat rekomendasi tempat bekerja maupun rekomendasi dari universitas.


“Dengan skema pembiayaan fleksibel, Briguna Pendidikan diharapkan dapat memacu minat masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi tingkat lanjut. Langkah ini juga merupakan respons BRI atas instruksi Presiden mengenai fasilitas pinjaman untuk pendidikan serta komitmen nyata BRI untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” imbuh Bambang.