Beritahati.com, Jakarta - Pembentukan Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopsusgab) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) diapresiasi sebagai wujud kehadiran negara memberantas terorisme di tanah air.


"Ini bagian dari aksi nyata pemerintah, bukan menimbulkan polemik baru," kata Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan di Jakarta, Kamis (17/5/2018).


Arteria juga menegaskan, langkah ini sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi tak hanya sekedar bicara ketika menghadapi kenyataan serangan teroris bergelombang dua pekan belakangan ini.


"Ini memperlihatkan kehadiran negara. Dan negara tidak lemah dalam pemberantasan terorisme. Jadi simultan saja, ambil message yang ingin disampaikan Pak Jokowi, yakni negara hadir dan berusaha untuk melawan terorisme dengan segala daya upaya," katanya.


Dirinya juga menilai, pemerintah sudah sepakat mempercepat penyelesaian pengesahan Revisi UU Anti Terorisme. Bahkan, Presiden telah ultimatum bila tidak selesai pembahasannya pada bulan ini, segera akan diterbitkan Perppu.


"Itu luar biasa. Beliau pasang badan untuk melawan terorisme dalam aspek regulasi," imbuhnya.


Ditambahkan Arteria, Koopsusgab ini bekerja dalam tatanan teknis implementatif, sehingga tidak ada masalah. Tidak perlu kehadirannya dinegasikan dengan rencana percepatan revisi UU Anti Terorisme.


"Konsepnya pun masih dalam koridor hukum yang ada, yakni Koopsusgab sifatnya perbantuan terhadap Polri dalam hal pemberantasan terorisme. Keberadaannya juga tak menegasikan BNPT," pungkasnya.