Beritahati.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati baru saja usai memberikan kuliah umum tentang peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mewujudkan tujuan pembangunan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta.


Menkeu berpesan agar mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi Islam seperti IAIN juga memahami pengelolaan keuangan konvensional sebagai dasar agar bisa mengembangkan keuangan syariah lebih baik lagi.


“Saya ingin mengundang Mahasiswa IAIN Surakarta, jadilah pakar pakar keuangan, tidak hanya keuangan syariah. Saya ingin Anda juga tahu keuangan konvensional. Jadi, Anda bisa mempelajari teknik ekonomi biasa itu kayak gini. Kalau saya aplikasikan ke yang Syariah maka dia mestinya seperti ini supaya kue Syariah-nya menjadi lebih besar. Tapi, kalau kita hanya belajar yang hanya syariat saja dan tidak mengetahui kuenya yang besar ini, Anda hanya bermain di ruang kecil,” kata Menkeu kepada para mahasiswa, seperti dilansir situs resmi Kementerian Keuangan RI, Senin (28/5/2018).


Menkeu menjelaskan bahwa salah satu bentuk untuk bisa mencapai tujuan berbangsa dan bernegara adalah membangun ekonomi yang harus terus tumbuh tinggi.


"Karena itu, untuk menciptakan kesejahteraan sosial yang adil dan beradab, memajukan kesejahteraan umum. Itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, namun dia tidak hanya sekedar tumbuh ekonominya, dia harus berkelanjutan terus, dia harus adil, inklusif, semua ikut berpartisipasi, dan mendapat kesempatan, dan dia harus terutama bisa membuat masyarakat yang masih tertinggal dan rapuh untuk bisa mencapai kemajuan mendapatkan kesejahteraan," jelasnya.


Menurutnya, aspek kemiskinan, kesenjangan, keadilan dan inklusivitas penting sekali di dalam pembangunan ekonomi yang harus tumbuh. Hal itu penting karena jika pertumbuhan ekonomi tidak terjadi, tidak mungkin terjadi pengurangan kemiskinan atau memperbaiki kesenjangan. Namun, jika ekonomi hanya tumbuh tanpa didesain secara inklusif, ekonomi akan menciptakan kesenjangan makin tinggi.