Beritahati.com, Jakarta - Pemerintah Israel mengeluarkan larangan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang memegang paspor, untuk tidak berkunjung ke negara tersebut mulai 9 Juni 2018 mendatang. Jika demikian, bagi umat Islam, Katolik maupun Kristen tak bisa lagi mengunjungi atau berziarah ke Masjid Al-Aqsa yang sangat disucikan, Tembok Ratapan, serta Via Dolorosa, atau jalan yang dilewati Yesus Kristus saat memikul salibnya sendiri menuju Bukit Tengkorak (Golgota).


Artinya, bukan untuk beribadah saja, melainkan termasuk bagi mereka yang akan melakukan wisata rohani masuk ke negara tersebut. Hal ini dilakukan sebagai balasan atas larangan pemerintah Indonesia pada pertengahan Mei 2018 silam, yang melarang warga Israel untuk berkunjung ke Indonesia.


Atas larangan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, jurnalis sekaligus pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf menuding, bahwa larangan tersebut seolah 'membuka kedok', bahwa pemerintah Indonesia selama ini bersikap mendua terhadap Israel.



(Warga Indonesia yang mengunjungi Tembok Ratapan pada 2013)


"Di satu sisi tidak mengakui negara zionis itu dan mengecam kebiadaban mereka terhadap rakyat palestina, tetapi di sisi lain, (sebelumnya) pemerintah diam diam memberikan izin bagi warga Israel untuk mengunjungi Indonesia," tuding Faisal, seperti disampaikannya kepada Beritahati, Minggu (3/5/2018).


Menurut Faisal, perlu diingat, laragan Israel adalah sebagai balasan karena pemerintah Indonesia sebelumnya melarang warga mereka datang ke Indonesia sebagai protes atas pembantaaian di Jalur Gaza.


"Pemerintah tidak siap menghadapi serangan balasan Israel itu. Apalagi yang menjadi korban adalah masyarakat Indonesia sendiri, dimana kebijakan Israel adalah baik WNI beragama Islam, Kristen, maupun Yahudi (jika ada), tidak bisa berziarah ke Yerusalem, Betlehem dan Nazareth. Sampai sekarang, pemerintah tidak bisa memberikan solusi mengenai hal itu, tutur Faisal melanjutkan.


Mirisnya, Indonesia juga tidak dapat memprotes kebijakan Israel tersebut karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara itu.


"Pemerintah harus segera membicarakan larangan tersebut dengan pemerintah Israel, agar larangan berkunjung yang mereka keluarkan jangan diberlakukan bagi orang yang ingin datang berziarah (urusan keagamaan) ke sana, khususnya dari Indonesia," tandasnya.