Beritahati.com, Yogyakarta - Kehadiran pelatih sementara PS Tira, Miftahudin Mukson benar-benar menjadi momentum Manahati Lestusen cs untuk bangkit usai hasil buruk dalam dua laga akhir yang berakibat dipecatnya pelatih Rudy Eka Priambada.


PS Tira menjamu pemuncak klasemen sementara Liga 1, Barito Putera dalam laga pekan ke-12 di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (4/6/2018), malam.


PS Tira mampu menamg tipis 1-0 atas Laskar Antasari, dengan gol kemenangan diciptakan oleh striker Aleksander Rakic pada menit ke-33 melalui sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti.


Mengandalkan Manahati Lestusen, Gustavo Lopez, Mariano Berriex, dan Wawan Febryanto di tengah, PS Tira memulai laga dengan permainan cepat dari kedua sayap untuk mendukung penyerang Aleksander Rakic.


Sempat memiliki peluang emas pada menit ke-15, tendangan Wawan masih terbang di atas gawang. Menit ke-33, barulah gol untuk PS Tira tercipta melalui kaki Rakic.


Menerima umpan mendatar dari Lopez, Rakic berhasil melewati tiga pemain bertahan Barito sebelum melepaskan tendangan keras mendatar dari luar kotak penalti. Sempat ditangkap kiper Barito, Dian Agus Prasetyo, namun bola terlepas dan masuk ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk PS Tira.


Di babak kedua, Barito yang diwajibkan menang agar tidak kehilangan kursi pimpinan klasemen mencoba membangun serangan lewat umpan pendek cepat. Tercatat ada tiga peluang yang tercipta namun semuanya tidak membuahkan gol.


Namun hingga peluit akhir pertandingan, PS Tira mampu menjaga keunggulan dan menempatkan mereka di peringkat 10 dengan nilai 16. Sedangkan Barito tergeser ke posisi dua oleh PSM Makasar dengan poin 20.


Kepada wartawan, Miftahudin menyatakan kunci kemenangan adalah kerja keras dan semangat pemain yang tampil di lapangan. Dirinya melihat kerjasama dan komunikasi antar pemain mulai membaik.


“Saya menerapkan strategi agar tidak kebobolan. Sisi pertahanan merupakan kelemahan, dimana selalu kebobolan di setiap laga. Saya bangga bisa membawa tim malam ini tidak kebobolan,” kata Miftahudin.


Untuk menghadapi Persija Jakarta pada Jumat 8 Juni 2018 nanti, dirinya menyatakan tidak ada target namun meminta semua pemain tampil maksimal, terutama striker Aleksander Rakic.


Miftahudin menilai, dibawah pelatih sebelumnya, Rakic tidak berkembang. Karena itulah dalam setiap sesi latihan, dirinya meminta Rakic berlatih 10 menit secara pribadi dengan dirinya untuk menumbuhkan rasa percaya diri.


“Hasilnya kita lihat malam ini. Meskipun gol dari luar kotak pinalti berbau keberuntungan, namun Rakic tampil sesuai harapan,” katanya.


Menanggapi kekalahan, pelatih Barito Putra, Jaksen F Tiago melihat timnya tidak tampil sesuai kebiasaan dengan terus melakukan kesalahan dan ikut irama permainan yang diterapkan PS Tira.


“Babak pertama tim tidak menunjukkan karakter pemimpin klasemen, mereka seperti kehilangan irama. Barulah pada babak kedua sedikit berubah, namun terus terang strategi yang saya terapkan tidak dijalankan,” jelasnya.


Kurangnya determinasi, gagalnya serangan yang dibangun, serta pemain yang tidak fokus menjadi bahan evaluasi dalam latihan guna menjamu Sriwijaya FC pada pertandingan berikutnya.