Beritahati.com, Karawang - Dalam upaya menarik investor dari negara-negara Timur Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada menteri-menteri terkait agar setiap 3 bulan keliling ke negara-negara di sana, karena ini adalah negara-negara yang kaya.


“Uangnya berlebihan kenapa mereka menginvestasikan justru ke Eropa, ke Amerika, ke Cina. Kenapa enggak ke kita? Karena kita tidak pernah silaturahim dan menyampaikan apa kebutuhan kita,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Karawang, di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018).


Resep tersebut, menurut Presiden, diperolehnya setelah bertemu dengan Raja Salman dari Arab Saudi dan Putra Pangeran Uni Emirat Arab Syeikh Muhammad, ketika berkunjung ke dua negara tersebut.


“Saya tanya ke Raja Salman, kenapa Arab Saudi juga tidak investasi pertambangan di Indonesia, investasi di negara kita. Waktu ketemu dengan Syekh Tamim Qatar, saya tanyakan juga hal yang sama. Apa jawabannya? Ya karena Indonesia enggak pernah silaturahmi dengan kita, enggak pernah silaturahim dengan kita,” kata Presiden Jokowi mengutip jawaban kedua pemimpin Timur Tengah itu, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.


Setelah itu, lanjut Presiden, dirinya memerintahkan kepada menteri-menteri kita agar setiap 3 bulan harus muter ke negara-negara Timur Tengah, untuk silaturahmi dan menyampaikan apa kebutuhan Indonesia, apa yang ingin dibangun di Indonesia untuk dikerjasamakan pembagian keuntungannya dengan negara-negara bersangkutan di Timur Tengah.


"Inilah yang terus kita bangun agar kedekatan-kedekatan itu ada. Jangan mau dibelok-belokkan kemana-mana. Katanya kita membuka, apa, investasi dari China, dari Korea , dari Jepang. Enggak. Justru kita sekarang ini ingin agar negara-negara Timur Tengah itu banyak investasi di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi.