Beritahati.com, Jakarta - Legen menjadi salah satu menu favorit untuk melepas dahaga pasca berpuasa. Ya, legen sendiri sebenarnya berasal dari buah pohon lontar atau siwalan atau istilahnya ental. Sedangkan pohon lontar ini sendiri merupakan bagian dari suku palmae atau arecaceae, suku yang sama dengan pohon kelapa, aren, dan pinang.


Pohon lontar ini banyak tumbuh di daerah-daerah kering. Di Indonesia, pohon lontar banyak ditemukan di bagian timur Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara.


Di Kabupaten Tuban, tanaman pohon lontar atau siwalan ini banyak dijumpai lantaran kontur tanah yang kering dan berkapur. Dari pohon lontar ini, bunganya dapat diolah menjadi legen dengan cara disadap.


Nama legen sendiri berasal dari kata dasar legi dalam bahasa jawa yang berarti manis. Legen kebanyakan dibuat dari bunga pohon lontar atau siwalan jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur.


Penyadapan ini biasanya memakan waktu semalaman. Bila pada sore hari tabung bambu diletakkan sebagai penampung, pada pagi harinya satu bambu itu sudah terisi penuh.


Sesuai namanya legen, mempunyai citra rasa manis, seperti terdapat kandungan soda, namun dengan tekstur yang lembut dan kental.


Bagi anda yang ingin mencoba minuman ini, tak perlu merogoh kocek mahal. Satu botol legen dengan ukuran 1500 ml dijual kisaran harga Rp 3.000-5.000.