Beritahati.com, Jakarta - Untuk keempat kalinya sejak 1973, Indonesia kembali terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Pemungutan suara Majelis Umum PBB memilih Indonesia dan Jerman, Republik Donimika, serta Afrika Selatan.


Masa tugas anggota tidak tetap DK PBB hanya dua tahun, dan sebelumnya, Indonesia pernah duduk di kursi yang sama pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.


Dalam pemilihan kali ini, Indonesia mendapatkan 144 suara, melampaui suara minimal sebesar 127 suara, dalam jajak pendapat yang berlangsung di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6/2018).


“Republik Dominika, Jerman, Indonesia, Afrika Selatan, terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk dua tahun,” ucap Presiden Majelis Umum PBB, Miroslav Lajcak, saat membacakan hasil pemungutan suara.


Dewan Keamanan PBB


DK PBB terdiri dari 15 negara anggota. Lima negara anggota pemilik hak veto yaitu Amerika, Rusia, China, Inggris dan Perancis serta 10 anggota tidak tetap yang dipilih untuk periode dua tahun.


Semua kursi dialokasikan menurut wilayah, dan semua kelompok kawasan mengajukan calon. Untuk menang, masing-masing negara harus mendapat dukungan dua-pertiga anggota Majelis Umum, atau minimal 129 suara jika seluruh anggota, sebanyak 193 negara, ikut berpartisipasi.