Beritahati.com, Jakarta - Memasuki pertengahan tahun, negara tropis seperti Indonesia mengalami musim kemarau. Cuaca yang panas dan kering dapat membuat Anda rentan terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit kulit.


Pada musim kemarau, suhu yang panas dan kelembapan yang tinggi membuat kulit lebih rentan terserang berbagai gangguan. Berikut adalah lima penyakit kulit yang sering terjadi pada musim kemarau:


Tips agar Tidak Tertular Penyakit Pernapasan di Musim Kemarau


1. Jerawat


Pada musim kemarau, tubuh mengeluarkan keringat berlebih untuk menjaga keseimbangan temperatur tubuh. Kondisi ini memicu kelenjar minyak atau kelenjar sebasea untuk memproduksi minyak berlebih. Minyak yang berlebih, kotoran, polusi dan bakteri dapat menyumbat pori-pori dan rentan terjadi jerawat.


Untuk pencegahannya sebaiknya seka keringat Anda menggunakan tisu atau handuk bersih. Hindari mengusap keringat dengan tangan, apalagi jika tangan kotor atau belum cuci tangan. Selain itu, untuk produk kulit, sebaiknya pilih produk yang berlabel komedogenik atau bebas minyak.


2. Kulit kering


Ketika cuaca di luar panas dan lembap, kulit Anda pun bisa menjadi kering dan iritasi. Salah satu pemicunya adalah eksposur berlebih sinar matahari, paparan air kolam renang yang mengandung kaporit, dan AC pendingin ruangan.


Jika kulit Anda mulai terasa kering, cobalah untuk menggunakan pelembap seusai mandi. Di samping itu, hindari juga berendam atau mandi dengan air yang terlalu panas karena bisa mengikis lapisan minyak alami kulit. Jangan lupa juga untuk rutin menggunakan tabir surya sebelum keluar ruangan agar kulit tidak rusak akibat sinar matahari.


3. Infeksi jamur


Kelembapan udara yang tinggi serta sering berkeringat dapat membuat Anda rentan mengalami infeksi jamur di kulit. Infeksi jamur ini dapat terjadi di area kulit manapun, misalnya pada selangkangan, kaki, lipat paha, dan sebagainya. Infeksi jamur rentan dialami oleh wanita dan mereka yang mengalami obesitas.


Untuk mengurangi risiko infeksi jamur, pastikan Anda membersihkan area kulit tubuh hingga kering termasuk di area lipatan tubuh.


4. Dermatitis kontak


Banyak orang memanfaatkan cuaca yang cerah dengan beraktivitas di luar ruangan, mulai dari berkebun, bermain di lapangan, camping, hiking atau sekadar bersantai di taman. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat membuat Anda rentan mengalami dermatitis kontak. Kondisi ini dapat terjadi ketika Anda bersinggungan dengan alergen (zat atau bahan tertentu yang memicu reaksi alergi) seperti tanaman, bahan kimia tertentu, dan sebagainya.


Untuk itu saat Anda sedang berkebun atau merawat tanaman, ada baiknya lindungi tangan dengan menggunakan sarung tangan khusus. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan sesudahnya.


5. Gigitan serangga


Selain dermatitis kontak, banyak menghabiskan waktu di luar ruangan dapat membuat Anda rentan mengalami gigitan serangga seperti nyamuk, tungau, dsb. Gejala yang timbul akibat gigitan serangga biasanya gatal, kemerahan dan bengkak pada area gigitan.


Untuk meminimalkan risiko gigitan serangga, sebaiknya gunakan pakaian lengan panjang, celana panjang, serta sepatu tertutup saat berada di luar ruangan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan losion antinyamuk pada kulit tubuh.


Hati-hati, ya. Musim kemarau dapat membuat Anda rentan terkena penyakit kulit yang sudah dijelaskan. Pastikan Anda melakukan pencegahan dengan baik agar tidak terkena penyakit kulit tersebut.