Beritahati.com, Karawang - Masyarakat Karawang sempat dihebohkan dengan adanya seseorang Polisi Gadungan yang melancarkan aksinya dengan melakukan aksi begal terhadap pengendara sepeda motor.


Unit Reskrim Karawang Kota tidak butuh lama akhirnya bisa menangkap dan melumpuhkan seorang pelaku AS (33). AS terpaksa ditembak kaki oleh petugas lantaran dirinya berusaha melawan saat ditangkap dan petugaspun melakukan tindakan tegas terukur.


AS yang merupakan warga Perumahan BMI 2, Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek Karawang itu ditangkap di kontrakannya di Desa Temelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Senin (11/6/2018).


"Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak kaki kiri AS, lantaran ia berusaha melakukan perlawanan kepada petugas saat ditangkap," ujar Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat Konferensi Pers kasus tersebut di Mapolres Karawang, Selasa (12/6/2018).


Dari tangan AS, polisi menyita satu unit sepeda motor yang biasa digunakan untuk melancarkan aksinya, dua buah handphone, satu buah golok yang digunakan untuk melawan petugas, dan barang bukti lainnya.


Kapolres mengatakan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot tersebut terakhir melancarkan aksinya di depan pusat perbelanjaan elektronik, Jalan Pasundan, Karawang Barat pada Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 00.30 WIB.


Saat itu AS menghentikan moyor korbannya, YS, dan mengaku sebagai anggota polisi.


"Ia (pelaku) kemudian menggeledah tubuh korban dan pura-pura menemukan satu bungkus narkoba jenis ganja dari pakaian korban. Pelaku juga meminta korban (YS) memperlihatkan STNK dan kunci motor. Ia kemudian melempar kunci motor tersebut agar korban tidak bisa mengejar," imbuh Kapolres.


Setelah dilakukan penyelidikan, YS melakukan modus tersebut di enam tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.


Kapolres menyebut, AS merupakan residivis atas kejahatan yang sama dan divonis dua tahun. AS terakhir menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Karawang pada Maret 2018 lalu. "Sementara saat ini AS disangkakan Pasal 365 KUHP Kekerasan dengan ancaman sembilan tahun hukuman penjara,” tutup Slamet.