Beritahati.com, Yogyakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri beberapa hari lalu, menjadi momen bagi pedagang selongsong ketupat untuk mengais rejeki dan bisa menjadi pendapatan tambahan untuk berlebaran.


Ratusan pedagang selongsong ketupat memadati pinggiran ruas Jalan Jenderal Sudirman, tak jauh dari pasar tradisional Kota Bantul, Yogyakarta.


Para pedagang ini tak saja membawa selongsong ketupat yang siap jual namun juga membawa janur untuk dibuat selongsong ketupat ditempatnya berjualan.


Pasangan suami istri Abdul Hakim dan Siti Hajarah, warga Kecamatan Pajangan Bantul ini, mengaku sudah berjualan selongsong ketupat sejak lama dan selalu menggelar dagangannya sebelum Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).


"Setiap tahun begini, sejak pagi saya sudah membawa selongsong ketupat yang siap jual. Pembuatannya dilakukan bersama-sama di rumah," kata Abdul.


Luar biasa, dari lima unting janur, Abdul dan isterinya, bisa membuat sekitar 400 selongsong ketupat. Dan untuk bahan baku janur, kata Abdul, dibeli dari tetangganya karena tak sanggup lagi menaiki pohon kelapa.


Setiap satu renteng ikat ketupat berisi 10 selongsong, dijual seharga Rp 4-6 ribu.


Keseharian Abdul sebenarnya bukan penjual selongsong ketupat, melainkan buruh bangunan. Namun dirinya rela meninggalkan pekerjaan di proyek bangunan demi mengejar keuntungan dari berdagang selongsong ketupat.


"Penghasilannya lebih gede jualan selongsong ketupat dibandingkan buruh bangunan. Buat isteri dan satu anak saya," ujarnya menambahkan.


Beruntung bagi Abdul Hakim, karena sang isteri, yakni Siti Hajarah, memang mendapatkan keahlian membuat ketupat dari orang tuanya yang juga sering berjualan selongsong ketupat jelang Lebaran.


"Dari kecil sudah bisa membuat selongsong ketupat," ucap Siti.


Seusai lebaran, Abdul mengaku siap kembali ke pekerjaan utamanya, yakni buruh bangunan. Sedangkan pendapatan dari berjualan selongsong ketupat ternyata bisa untuk merayakan Idul Fitri 2018 ini dengan bahagia bersama isteri, anak dan sanak saudara, dengan sederhana.