Beritahati.com, Jakarta - Keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) disampaikan oleh Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, yang didampingi Menlu AS, Mike Pompeo, Selasa (19/6/2018).


Haley menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah upaya AS untuk mereformasi tubuh Dewan HAM PBB tak kunjung berhasil.


Salah satu wacana reformasi yang dicanangkan AS adalah mengeluarkan negara anggota Dewan HAM PBB pelaku pelanggaran HAM.


“Reformasi ini diperlukan untuk membuat dewan itu menjadi badan advokasi HAM yang serius,” tutur Haley, seperti dilansir situs resmi Setkab RI, Rabu (21/6/2018).


Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, menyayangkan keputusan AS ini.


“Arsitektur HAM PBB berperan penting dalam mempromosikan dan melindungi HAM di seluruh penjuru dunia,” ujarnya.


Bahkan tak hanya Sekjen PBB yang menyesalkan keputusan AS, tapi pemerintah Indonesia juga.


“Indonesia sangat menyayangkan keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Dewan HAM PBB,” bunyi pernyataan resmi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi sebagaimana disiarkan situs www.kemlu.go.id, Rabu (20/6/2018).