Beritahati.com, Jakarta - Antisipasi puncak arus balik angkutan Lebaran tahun 2018 dengan rekayasa lalu lintas berupa contra flow dan one way di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek dan Cipali, diapresiasi Anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi.


Ia mengatakan, hasil pantauan di lapangan pada arus balik lebaran lalu, rekayasa contra flow dan one way cukup efektif mengurai kemacetan.


Dalam keterangan persnya baru-baru ini, Nurhasan menyebutkan, ruas tol Jakarta Cikampek dilakukan contra flow dari KM 61 sd KM 29 (pintu tol Cikarang Utama). Sedangkan sore harinya sejak jam 15.00 diberlakukan one way mulai dari Pintu Tol Palimanan sampai dengan Pintu Tol Cikarang Utama.


“Kemacetan berkurang terutama di titik-titik kemacetan parah sekitar rest area di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan proyek pembangunan jalan tersebut tampak dihentikan sementara sesuai harapan,” jelas politisi PKS ini, seperti dilansir situs resmi DPR RI, Selasa (26/6/2018).


Meski demikian, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menyayangkan informasi ini tidak tersampaikan secara masif kepada pemudik.


“Pengguna tol arus balik seolah takut untuk menggunakan jalur satu arah Cikampek-Jakarta sehingga terlihat sangat lengang dan hampir tidak digunakan, sedangkan kemacetan parah justru di jalan arteri, akibat dampak dari penutupan jalan tol sehingga kurang efektif,” tambahnya.


Penguraian kemacetan ini seharusnya dapat efektif dilakukan dan dimanfaatkan mulai dari sekarang hingga situasi dan suasananya kondusif. “Sosialisasi dan informasi resmi dari pemerintah seharusnya dilakukan dengan cara apapun, di media sosial, media nasional, petugas di lapangan, rambu-rambu, informasi centre di rest area, dan lain-lain,” ujar Nurhasan.


Selanjutnya, legislator dapil Jabar itu berharap, dengan sosialisasi yang massif maka masyarakat yang akan menuju arah Ciikampek dari Jakarta dapat memahami dan mengkondisikan diri serta mencari alternatif rute melalui jalur arteri non tol. Dengan demikian, potensi ‘kepanikan’ dapat terminimalisir, sehingga tidak ada cerita pemudik menunggu jalur one way dibuka, bahkan sampai pemudik bisa tiduran di jalan tol.


“Pengalaman dan kejadian pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini diharapkan menjadi pelajaran untuk me-manage angkutan lebaran dan momen massal di waktu yang akan datang. Dalam kaitan ini, saya meminta Kakorlantas untuk siap dan sigap menyiapkan personelnya. Buat suasananya kondusif, terutama di titik-titik rawan kemacetan parah seperti persimpangan, pasar dan arteri di jalur penukiman warga,” pungkas Nurhasan.