Beritahati.com, Jakarta - Sebagian besar makanan yang mengandung karbohidrat tinggi umumnya dapat menyebabkan banyaknya produksi gas dalam saluran pencernaan. Sedangkan, makanan mengandung lemak dan protein menghasilkan lebih sedikit gas.


Namun begitu, sistem pencernaan setiap orang berbeda-beda dalam memproses makanan yang masuk ke dalam tubuh.


Berikut ini beberapa makanan yang umumnya menghasilkan banyak gas dalam saluran pencernaan, yaitu :


Kacang
Kacang menjadi makanan yang menghasilkan gas tertinggi karena mengandung banyak rafinosa, yaitu gula kompleks yang membuat tubuh kesulitan mencernanya. Rafinosa itulah yang menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, yang keluar melalui rektum. Sehingga menyebabkan lebih sering buang gas.


Sayuran tertentu
Banyak jenis sayuran yang mengandung gas. Diantaranya adalah asparagus, brokoli, kubis, kol, jamur, dan bawang, yang mengandung gula alami bernama fruktosa. Sama seperti rafinosa, fruktosa berkontribusi terhadap produksi gas ketika bakteri di usus mencernanya.


Beberapa jenis biji-bijian
Biji-bijian seperti gandum mengandung serat, rafinosa, dan pati. Ketiganya dapat berkontribusi terhadap gas setelah dicerna di usus besar. Kecuali beras, satu-satunya biji-bijian yang tidak menyebabkan produksi gas.


Laktosa
Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu dan sebagian besar produk susu, termasuk keju dan es krim. Pada seseorang yang mengalami intoleransi laktosa, konsumsi produk jenis ini dapat menyebabkan peningkatan produksi gas di saluran cerna.


Buah-buahan tertentu
Buah apel, pir, dan plum merupakan jenis buah yang mengandung gula alkohol alami dan sorbitol, sehingga sulit dicerna oleh tubuh. Buah jenis ini juga dapat menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, setelah dicerna oleh usus.


Mengunyah permen karet dan merokok juga dapat menyebabkan tubuh kelebihan gas, karena dapat membuat lebih banyak udara yang tertelan.


Selain itu, banyak permen karet bebas gula yang diberi pemanis buatan, seperti sorbitol, manitol, dan xylitol. Padahal pemanis buatan tersebut lebih sulit untuk dicerna.


Bijaklah dalam menyikapi setiap fenomena, ambillah apa yang memang berguna untuk diterapkan, karena pada dasarnya bahan makanan, terutama yang organik itu menyehatkan tubuh. Hanya saja ada beberapa (tidak semuanya), mengandung gas, yang bisa membuat seseorang merasa ada keanehan pada tubuhnya.