Beritahati.com, Bantul - Maraknya kebun bunga di kawasan pesisir Pantai Selatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta menjadi alternatif wisatawan selain menikmati keindahan pantai ataupun lezatnya olahan seafood yang ada di sepanjang pantai selatan Bantul.


Namun bagi wisatawan yang hanya ingin sekedar berswafoto atau selfie tanpa mengeluarkan biaya banyak dengan membayar tempat pemungutan retribusi atau TPR pantai cukup berkunjung ke Saralas Garden yang tepat berada disisi utara TPR Pantai Samas Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Puluhan kebun bunga di pesisir Pantai Samas untuk berkunjung harus membayar TPR sebesar Rp 6 ribu saat hari biasa hinga Rp 8 ribu saat libur akhir pekan sehingga sangat terasa jika datang bersama rombongan. Belum lagi harus membayar pakir dan tiket masuk kebun bunga yang besarannya Rp 5 ribu per orangnya.


"Ya kalau hanya mau berselfie saja di Saralas Garden tak butuh bayar TPR, cukup bayar parkir dan tiket masuk kebun bunga,"kata Sarwono perintis Saralas Garden, Minggu (1/7/2018).


Untuk tarif masuk kebun bunga Sarwono mengaku tarifnya hanya Rp 5 ribu per orang dan parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil pribadi.


"Bisa sepuasnya untuk berswafoto di spot-spot yang cukup indah untuk diambil fotonya,"ucapnya.


Kebun bunga yang dirilis empat bulan yang lalu tampak sedang mekar-mekarnya seperti bunga matahari, selosia hingga bunga kertas yang warnanya sangat cantik untuk berswafoto.


"Kebun bunga lainnya saat ini sudah mulai layu karena umurnya sudah tua dan butuh peremajaan,"ucapnya.


Bawor panggilan akrab Suwarno ini mengaku untuk berswafoto masih terbilang cukup nyaman karena pengunjungnya belum banyak sehingga tidak perlu antri pada spot-spot swafoto yang telah ada.


"Kebun bunga juga terjaga karena tidak banyak terinjak-injak wisatawan akibat berjubelnya wisatawan yang berkunjung,"katanya.


Meski belum seramai kebun bunga lainnya namun Suwarno mengaku bangga dengan lahan sekitar setengah hektar mampu menampung pemuda di kampung yang selama ini nganggur untuk menjadi tukang parkir tukang siram kebun bunga.


"Dari pada lahan ini nganggur kenapa tidak diberdayakan dan pemuda kampung ada pekerjaan sampingan,"tuturnya.


Kamijan salah satu warga yang membantu keberadaan Saralas Garden mengaku cukup terbantu dengan pekerjaan yang didapatnya dari mengurusi Salaras Garden.


"Dulu saya nganggur. Hanya buruh di sawah namun kini ada kerjaan pasti dan hasilnya jelasnya,"ujarnya.


Meski pemilik kebun bunga sifatnya pribadi namun banyak warga yang dilibatkan dalam pengelolaan kebun bunga sehingga semuanya menikmati keberadaan Saralas Garden ini.


"Meski lahan pribadi namun dalam pengelolaan melibatkan pemuda di kampung. Itu yang membedakan dengan kebun bunga lainnya,"tuturnya.


Pria 40 an tahun ini mengaku saat hari biasa kunjungan wisatawan mencapai puluhan namun saat libur akhir pekan bisa mencapai ratusan dalam satu hari.


"Ya masih dikit dibandingkan kebun bunga lainnya namun ditempat kita lebih murah karena tak perlu bayar TPR,"katanya.‎