Beritahati.com, Jakarta - Magnum Store menghadirkan produk khusus nan unik, yakni Pisau asli dari baja pilihan dan handle (pegangan pisau) berbahan khusus atau rare (tidak mudah didapatkan.


Magnum Store menjual beragam model pisau antik dengan ciri khas ukiran yang mempesona setiap kolektor yang melihatnya. Namun untuk memperkaya produk di toko, Magnum juga menyediakan beragam senjata lain secara resmi, seperti airsoft, crosbow, senapan angin pip, konpon bow dan panah.


Pemilik sekaligus founder Magnum Store, Temmy Djaja Hartanto menyatakan, usaha yang digelutinya sejak 2 (dua) tahun lalu ini berawal dari hobi pribadinya sebagai kolektor pisau dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri.



(Bahan baja untuk pisau seni produksi Magnum Knife berasal dari bahan (baja) pilihan bermutu tinggi)


"Dulu saya membuat sendiri dengan para pengrajin, karena sudah hobi. Tapi lama kelamaan muncul niat punya usaha sendiri, usaha pembuatan sekaligus penjualan pisau antik yang bisa jadi buruan para kolektor dalam dan luar negeri ke depannya," ujar Temmy saat ditemui Beritahati, di acara Grand Launching Magnum Store, Istana Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).


Langkah awal yang diambil Temmy adalah menjalin kerjasama atau mempekerjakan pengrajin/pembuat pisau dengan kemampuan seni yang unik. Artinya harus berbeda dengan usaha serupa milik orang lain.



(Temmy Djaja Hartanto (kiri) dan kolektor senior pisau seni di Indonesia, Japto Soerjosoemarno (kanan) di Magnum Store)


"Banyak pembuat atau maker pisau antik di Indonesia, dan masing-masing punya ciri khas. Lantas saya pikir, diantara semua maker tersebut, saya harus unggul. Bagaimana caranya?" sambung Temmy.


Akhirnya, Temmy memutuskan untuk mencari seorang seniman ukir yang punya jiwa seni dan daya khayal tinggi, bukan karena pendidikan, tapi karena talenta alami serta pengalamannya sebagai seniman ukir. Mengapa begitu?


"Karena begini. Mutu baja, bisa saya ikuti, tapi apalagi yang menjadi kekurangan kompetitor saya? Handle, atau gagang pisau. Mereka rata-rata sama semua, dan saya memutuskan untuk memproduksi pisau dengan gagang atau handle ukiran cantik bernilai seni tinggi. Akhirnya saya bekerja sama dengan seorang seniman ukir dari Bali sampai sekarang," tuturnya.



(Sebagian koleksi Magnum Store yang bisa dipilih kolektor)


Namun proses itu menurut Temmy tidaklah mudah dan sebentar, melainkan sangat berliku serta butuh waktu lama untuk menemukan seniman ukir yang memang benar-benar sesuai dengan keinginannya.


"Perhitungannya begini, jika kompetitor punya pisau seni bergagang tanduk rusa, saya juga bisa. Tapi tanduk rusa milik saya ada ukiran bernilai seni sangat tinggi, yang tidak dimiliki kompetitor saya, sesama pembuat pisau," imbuhnya.


Magnum Store milik Temmy berkonsentrasi pada pembuatan dan penjualan pisau seni. Segmen pasarnya adalah menengah ke atas, yakni para kolektor pisau dari Indonesia maupun mancanegara.



(Sebagian koleksi Magnum Store yang bisa dipilih kolektor)


Oleh karena itu, tidak aneh, jika harga satu buah pisau seni ukuran kecil, hasil produksi Magnum, bisa dibanderol hingga Rp 1,8 juta. Bahkan untuk yang paling unik, paling memiliki nilai seni, berbahan paling terbaik dari yang paling baik, harganya bisa belasan juta rupiah.


Bagi para kolektor, harga tidak masalah, asalkan yang didapatkan sesuai keinginan dan tentunya memuaskan.


"Salah satu kolektor pisau seni yang paling sepuh di Indonesia adalah Japto Soerjosoemarno. Dia teman dan konsumen saya. Dan dengan dipercaya Japto, berarti pisau-pisau seni produksi saya memang bersaing dan punya nilai seni tinggi, serta unik," pungkasnya.