Beritahati.com, Jakarta - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Patriot Pancasila, sekaligus Ketum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno, lama menghilang dari pemberitaan mengenai kegiatan politik, keormasan, hingga hobi sehari-harinya.


Namun dalam Grand Launching Magnum Knife, Produsen Pisau Seni Indonesia, di Istana Pasar Baru, Japto ternyata hadir sebagai seorang kolektor Pisau Seni kenamaan di Indonesia, Rabu (4/7/2018).



Beritahati sempat mengajak Japto berbincang sejenak mengenai banyak hal, dari politik, hobi, sampai harimau.


Berikut wawancara dengan Japto Soerjosoemarno :


Beritahati : Lama tak kelihatan di media, apakabar?


Japto : Saya baik-baik saja, terima kasih.


Beritahati : Masih bergelut di dunia politik?


Japto : Semua orang berpolitik. Kita urus Perbakin juga politik, karena banyak keperluan dan tujuan.


Beritahati : Kabarnya masih terus dengan hobi lama?


Japto : Berburu? wah masih dong.


Beritahati : Ini menarik, ternyata kolektor pisau seni juga?


Japto : Iya, saya kolektor pisau seni, tapi lebih banyak khas daerah atau tradisional di Indonesia.


Beritahati : Apa kelebihan pisau seni Indonesia?


Japto : Begini, sejak jaman dahulu, pada dasarnya, setiap daerah di Indonesia itu siap untuk berperang. Kenapa begitu? Karena setiap daerah, masing-masing punya ciri pisau yang khas dan berbeda-beda. Menarik untuk dijadikan koleksi.


Beritahati : Favorit pisau dari daerah mana saja?


Japto : Saya kasih contoh, Papua. Di sana banyak suku, dan setiap suku atau etnis di sana, punya bentuk pisau yang berbeda-beda. Tapi selain Papua, bentuk pisau paling unik dan khas adalah dari Maluku dan Toraja.


Beritahati : Bagaimana dengan koleksi Magnum Knife?


Japto : Saya kenal pemilik Magnum, yaitu Temmy karena kami punya kesamaan hobi, yaitu kolektor Pisau Seni. Kebetulan saya itu kalau memilih pisau bukan semata melihat bentuk saja, melainkan bahannya. Dalam arti saya lihat jenis baja yang digunakan, serta keunikan handle atau gagang pisau. Dan Magnum selalu punya yang saya inginkan.


Beritahati : Oh Iya, masih koleksi harimau di rumah?


Japto : Oh hahah (tertawa), Sudah tidak lagi. Saya berikan ke kebun binatang. Sebenarnya rumah saya sih besar, tapi tetap tidak bisa menampung mereka (harimau koleksinya). Jadi yah, sudah enggak lagi deh sekarang.