Beritahati.com, Yogyakarta - Titie Sadarini, Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia mengatakan, program PerpuSeru kerjasama dengan Perpustakaan Nasional dan Bappenas, untuk menjadikan salah satu strategi pengentasan kemiskinan masyarakat melalui pemanfaatan perpustakaan guna membangun kesejahteraan masyarakat dalam kegiatan prioritas nasional.


“Ini menjadi kebanggan bagi kita menjadi pionir transformasi perpustakaan di Indonesia melalui program PerpuSeru ,” ujarnya disela-sela acara peluncuran PerpuSeru di Yogyakarta, Jumat (6/7/2018).


Elisabeth salah satu warga dari NTT yang sukses mengikuti program PerpuSeru mengatakan, pada awalnya sebagai ibu rumah tangga mencoba menanam sayuran di polybag namun demikian banyak sayur yang mati.


Setelah program PerpuSeru di desanya, ia bisa membaca dan mencari di internet tentang cara menanam sayuran yang benar dipolybag, bahkan ada seorang mentor yang langsung mengajari cara menanam sayur yang benar dalam poliback.


Setelah itu, usahanya menanam sayur dalam polybag perlahan membuahkan hasil, sehingga mampu memberikan tambahan uang belanja keluarga, walaupun sedikit. Dirinya percaya, jika nanti dia tekun, hasil yang didapat akan lebih besar lagi.


“Kalau dahulu paling sehari hanya menghasilkan sayur yang dijual hanya Rp 10 ribu hinga 20 ribu namun saat ini setiap hari mampu menjual sekitar Rp 100 ribu per hari,” ucapnya.


Tak hanya itu Ibu Elis sapaan akrab Elisabeth mengatakan, banyak ibu rumah tangga yang secera berkelompok membuat kebun sayur yang hasilnya untuk dijual dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, untuk kebutuhan keluarga, jadi tak perlu belanja sayuran lagi ke pasar.


“Saat ini ada sekitar 19 ribu rumah tangga yang bergabung dalam kelompok budi daya sayur dalam polybag dan hasilnya sudah kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu setiap kali sayur dijual kepasaran,” ujarnya.