Beritahati.com, Jakarta - Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) mengundang Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan untuk memberikan kuliah umum dan pembekalan kepada para staf diplomat di Kementerian luar negeri, Rabu (11/7/2018).


Menko Luhut berpesan, agar para diplomat bisa menjalankan fungsinya di tempat tugas nanti, dan tidak perlu canggung dan ragu dalam bertindak untuk kepentingan bangsa dan negara, karena mereka mewakili bangsa yang besar, yaitu Indonesia.


Di sela pembekalan, salah satu peserta Sesparlu ke-59, sekaligus Koordinator Fungsi Sosial Budaya yang pernah bertugas di KBRI Tiongkok, Santo Darmosumatero mengakui, bahwa, di mata dunia internasional, Indonesia sudah dipandang sebagai negara penting dengan kapasitas dan potensi besarnya di berbagai bidang, antara lain ekonomi dan pariwisata.


Namun demikian, di kalangan masyarakat umum dunia internasional, belum banyak yang percaya dengan potensi Indonesia, oleh karena banyak dari mereka yang belum pernah ke Indonesia.



“Namun sekarang profil Indonesia semakin meningkat karena semakin banyak orang yang berkunjung ke Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan kapasitas dari potensi-potensi kita seperti pariwisata, dan kita harus lebih banyak mengundang mereka untuk berkunjung ke Indonesia, dengan demikian nanti mereka yang akan bercerita kepada yang lainnya mengenai potensi negara Indonesia,” ujarnya, Rabu (11/7/2018).


Darmo juga menggaris bawahi himbauan dari Menko Luhut. Dimana para diplomat, selain harus menjelaskan potensi Indonesia kepada dunia internasional, disaat yang sama juga harus memiliki data-data yang berkualitas mengenai potensi Indonesia.


“Omongan kita itu didukung dengan data-data yang lengkap. Kita juga harus memantau seperti bagaimana ranking Indonesia di dunia internasional dan sepertinya rangking Indonesia juga cukup tinggi, terima kasih kepada Pak Luhut yang telah memberikan semangatnya kepada kami,” tutupnya.


Kepemimpinan menjadi salah satu fokus Diklat Sesparlu ke 59, dan ini juga sebagai persiapan guna menghadapi tugas para diplomat yang dinilai cukup menantang pada saat ini, rata-rata setiap peserta sudah ditugaskan selama 2-3 kali di berbagai negara.


Diklat Sesparlu ke 59 diikuti oleh 27 peserta dan akan dilaksanakan selama 2 bulan.