Beritahati.com, Jakarta - Koperasi merupakan kekuatan utama ekonomi Indonesia. Hal ini terjadi ketika menghadapi krisis ekonomi tahun 1997 dan tahun 2008, ekonomi tetap bisa survive karena peran koperasi yang begitu dominan.


“Kenapa ini terjadi? Karena kita tahu bahwa koperasi itu telah menjadi tiang utama dari ekonomi kita secara nasional,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam wawancara di ruang kerjanya, Rabu (11/7/2018).


Menyambut Hari Koperasi Nasional 12 Juli, menurut Seskab, ibarat dalam aliran darah, koperasi merupakan urat nadi utama di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama di bidang ekonomi. Karena itu, lanjut Seskab, pemerintah tentunya harus memfasilitasi, menjaga, dan membuat koperasi bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.


Namun dalam era digital saat ini, Seskab Pramono Anung mengakui, koperasi tidak hanya perlu melakukan modernisasi, tetapi juga harus menyesuaikan cara berpikir, konsep, sampai pendekatan.


“Koperasi harus masuk pada wilayah itu, semakin dekat antar konsumen di mana pun berada dengan koperasi maupun dengan produsen kita,” tutur Seskab, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.


Seskab meyakini, kalau bisa me-manage dengan baik, dan masuk dengan menggunakan digital sebagai sarana untuk itu, niscaya koperasi akan menjadi semakin kuat, semakin besar, sehingga bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional menuju tingkatan yang jauh lebih baik lagi.


Oleh sebab itu, kata Seskab, karena sudah menjadi tiang dan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi bangsa, Seskab Pramono Anung berharap para penggiat koperasi kita tidak boleh mundur.


“Kita harus menatap ke depan dan masa depan bangsa ini sebagian besar tentunya adalah peran koperasi, baik itu pada skala menengah, kecil, dan besar,” tegas Seskab.


Bahkan Pramono Anung meyakini, dengan dukungan dan fasilitasi pemerintah, koperasi nasional ke depan akan semakin baik.