Beritahati.com, Yogyakarta - Sekretariat Bersama Pos Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2018 mencatat ada beberapa orang mampu (orang kaya) mendaftarkan anaknya memakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di DIY. Salah satunya adalah seorang kontraktor di Kabupaten Bantul.


Menanggapi hal memalukan dan manipulatif seperti itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memerintahkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan DIY memastikan keabsahan SKTM yang digunakan dalam proses PPDB se-Yogyakarta.


“Saya minta dinas untuk ketat mengawasi itu, baik di tingkat satu maupun dua!” tegas Sri Sultan, Kamis (12/7/2018).


Gubernur mengemukakan, pencermatan itu antara lain melalui jenjang penerbitan SKTM mulai dari level desa atau kelurahan hingga Dinas Sosial. Masing-masing jenjang yang terkait dengan penerbitan SKTM diminta tidak bohong dan tidak dibohongi oleh yang mengajukan permintaan.


Sri Sultan HB X berharap agar dalam penerbitan dan pemanfaatan SKTM ini tidak ada penyalahgunaan maupun manipulasi.


“Harapan saya, kasus seperti itu (manipulasi SKTM) tidak terjadi di DIY,” kata Ngarsa Dalem, sapaan karib Sri Sultan HB X.


Manipulasi dalam pengurusan SKTM, tambahnya, merupakan perilaku yang tidak mendidik karena merupakan hak pendaftar PPDB yang betul-betul tidak mampu.


“Kalau kaya ya kaya lah karena itu kan hanya fasilitas untuk masuk di sekolah-sekolah tertentu,” katanya.


Sebelumnya, Sekretariat Bersama Pos Pengaduan PPDB DIY 2018 mencatat ada beberapa orang mampu mendaftarkan anaknya memakai SKTM di DIY. Salah satunya adalah seorang kontraktor di Kabupaten Bantul.