Beritahati.com, Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, pengembangan Geopark Indonesia memberikan kontribusi nyata, antara lain, untuk pengembangan wilayah, peningkatan ketahanan masyarakat dari bencana, mendidik masyarakat pada kehidupan yang baik dengan menghormati budaya yang beragam.


"Selain itu, juga berkontribusi pada pemberdayaan perempuan untuk memperoleh tambahan sumber pendapatan, memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dengan adanya wisata geopark, serta terjalinnya kerjasama antar daerah dan negara dalam mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati dan budaya, serta jasa lingkungan (amenities) secara berkelanjutan,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dalam Konferensi Nasional I Geopark Indonesia di Gedung Saleh Afiff, Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (12/7/2018).


Sebagaimana identifikasi yang dilakukan oleh UNESCO (2017), pengembangan geopark juga berkontribusi bagi upaya Indonesia dalam mencapai gol dan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).


Secara konkret, pengembangan geopark direfleksikan sedikitnya dalam delapan gol atau tujuan. Kedelapan tujuan tersebut, yakni :


Tanpa Kemiskinan
Pendidikan Berkualitas
Kesetaraan Gender
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Kota yang Berkelanjutan
Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab; (vii) Tujuan 13, Penanganan Perubahan Iklim
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Konferensi hari ini merupakan wahana untuk belajar dan berdiskusi, sekaligus menggali inovasi-inovasi untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, dan menjaga kualitas lingkungan hidup yang menjadi ruh pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan geopark,” tutur Menteri Bambang.


Selain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Konferensi Nasional I Geopark Indonesia juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf serta kalangan akademisi dan pegiat geopark, dengan total peserta konferensi mencapai lebih kurang 500 orang.


Konferensi yang fokus membahas pengembangan geopark untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan serta pelestarian lingkungan ini sekaligus menjadi awal bagi konferensi lanjutan berskala internasional yang akan berlangsung pada September 2019 mendatang dan untuk pertama kalinya Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah Asia Pacific Geopark Network (APGN) Conference di lokasi UNESCO Global Geopark Rinjani, Mataram, Lombok.